0 menit baca 0 %

Kemaksiatan dan Kedurhakaan Kepada Allah, Sumber Utama Terajdinya Gempa

Ringkasan: Kampar (Inmas) - Kemaksiatan dan kedurhakaan kepada Allah, sumber utama terajdinya gempa bumi. Demikian salah satu poin yang disampaikan Abuya Muslim MSy, dalam tausiyah pagi jum at (19/10/2018) di Musholla Miftahul Ilmi Kantor Kemeterian Agama Kab. Kampar.Muslim mengatakan, jika kemaksiatan sudah m...

Kampar (Inmas) - Kemaksiatan dan kedurhakaan kepada Allah, sumber utama terajdinya gempa bumi. Demikian salah satu poin yang disampaikan Abuya Muslim MSy, dalam tausiyah pagi jum’at (19/10/2018) di Musholla Miftahul ‘Ilmi Kantor Kemeterian Agama Kab. Kampar.

Muslim mengatakan, jika kemaksiatan sudah merajalela, kedurhakaan kepada Allah sudah menjadi hal biasa, maka Allah Swt akan murka dan mengirimkan azab berupa gempa bumi. Hal ini telah dijelaskan oleh Allah Swt dalam firmannya seperti dalam (QS. Ar-Rum: 41)  “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia.” (QS. Ar-Rum: 41)

Ayat ini jelas menunjukkan bahwa maksiat mempunyai banyak akibat buruk yang akan menimpa pelakunya dan keluarga pelakunya, atau menimpa masyarakat dan umatnya, atau menimpa bumi, langit, lautan, hewan-hewan dan selainnya. Karenanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Seorang hamba pelaku maksiat (kalau dia mati) maka para hamba, negeri-negeri, pepohonan dan hewan-hewan ternak akan tenang dari (akibat maksiat) nya." (HR. Al-Bukhari no. 6147 dan Muslim no. 950)

Bahkan maksiat bisa memberikan pengaruh buruk pada suatu benda yang suci, sebagaimana yang pernah menimpa Hajar Aswad. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda dalam hadits Ibnu Abbas:

"Dulu hajar aswad turun dari surga dan warnanya lebih putih daripada susu, lalu dia dibuat menjadi hitam oleh kesalahan-kesalahan anak Adam.” (HR. At-Tirmizi no. 877 dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Sunan At-Tirmizi no. 695)

Lebih khusus lagi dengan maksiat asusila, pornografi, dan perzinahan; Sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menerangkannya sebagai salah satu tanda dekatnya kiamat dan menjadi sebab utama datangnya berbagai bencana alam, di antaranya gempa bumi dan tanah longsor.

Dari Anas bin Malik, beliau mengatakan pada Qatadah, “Sungguh aku akan memberitahukan pada kalian suatu hadits yang tidak pernah kalian dengar dari orang-orang sesudahku. Kemudian Anas mengatakan,

"Di antara tanda-tanda hari kiamat adalah: sedikitnya ilmu dan tersebarnya kebodohan, diminumnya khamr, merebaknya perzinaan." (HR. Bukhari dan Muslim)

Kemudian  Q.S. Al – Israa’ (16) Yang artinya: Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya. Dan masih banyak lagi ayat-ayat Allah yang menerangkan tentang gempa ini. untuk itu, mari kita terus dekatkan diri kepada Allah Swt, pungkas Muslim. (Ags/Usm)