0 menit baca 0 %

Kemajuan IT menjadi tantangan bagi Guru untuk menciptakan Media Pembelajaran PAB

Ringkasan: Riau (Inmas ) Media Pembelajaran merupakan modal utama dalam pengembangan Kualitas Guru untuk itu Bimbingan Masyarakat Buddha selenggarakan Workshop Pembuatan Media Pembelajaran Pendidikan Agama Buddha Tingkat Dasar dan Menengah, Rabu 25 Juli 2018 di Hotel Ameera Pekanbaru.Acara yang berlangsung sel...

Riau (Inmas ) Media Pembelajaran merupakan modal utama dalam pengembangan Kualitas Guru untuk itu Bimbingan Masyarakat Buddha selenggarakan Workshop Pembuatan Media Pembelajaran Pendidikan Agama Buddha Tingkat Dasar dan Menengah, Rabu 25 Juli 2018 di Hotel Ameera Pekanbaru.

Acara yang berlangsung selama tiga hari 25 s.d 27 Juli 2018 diikuti oleh 50 Orang Guru Pendidikan Formal Agama Buddha yang ada di sepuluh Kabupaten di Provinsi Riau di hadiri Oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Drs. H.Ahmad Supardi MA, didampingi Pembimbing  Masyarakat Buddha, Tarjoko S.Pd, MM

“Secara bahasa  Workshop itu diartikan tempat bertemunya para ahli untuk menggodok sesuatu “ papar Kakanwil Mengawali Sambutannya. Fungsi Kita sebagai Guru harus lebih aktif dibandingkan siswa/ siswi yang dengan mudahnya akan mendapatkan sesuatu lewat smartphone. Inilah salah satu tantangan yang harus dihadapi oleh Guru Agama Buddha tambahnya.

Beliau  berharap melalui Workshop ini bisa meningkatkan pengetahuan dalam pengembangan Media Pembelajaran serta mampu mencarikan solusi atas persoalan yang kita hadapi. Ini merupakan acara yang sangat penting karena bukan hanya berdampak pada Guru saja akan tetapi  anak sebagai Penerus bangsa berpuluh tahun kedepan sangat tergantung pada hasil dari kegiatan ini.

Sementara itu Pembimbing Masyarakat Buddha, Tarjoko S.Pd, MM menyampaikan Media Pembelajaran itu penting sejalan dengan perkembangan pendidikan yang semakin maju dan modern, jadi seorang guru tidak bisa monoton pada satu metode yang sering  dilakukan. Selain mampu menguasai  Tehnologi  seorang Guru harus mempunyai metode yang bervariasi dalam menyampaikan materi agar siswa dapat dengan mudah memahami tujuan pembelajaran yang disampaikan.

“kita tidak perlu menunggu buku apa yang harus dipakai untuk semester ini, asal sesuai dengan silabus serta Rencana Pelaksanaan Pembelajaran"  mari kita ciptakan metode metode yang gampang dicerna siswa dalam memahami materi yang akan kita sampaikan tambahnya dengan Tegas.Tarjoko berharap melalui kegiatan Workshop ini Guru menjadi lebih bersemangat dalam menciptakan metode- metode baru untuk mencapai keberhasilan siswa dalam memahami materi yang disampaikan. Kegiatan yang ditutup pada hari Jumat ini diisi oleh berbagai Narasumber yang ahli dalam pengembangan Metode Pembelajaran yang dibebankan pada Dipa Bimas Buddha (belen)