Belitung (Inmas) – Kemah Rohis Nasional III Siswa SMA/SMK
Tahun 2018 ini terdapat perbedaan dari Kemah Rohis pada tahun 2016. Hal ini
disampaikan Ditjen Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama RI dalam
sambutannya pada saat Pembukaan Kemah Rohis Nasional III Tahun 2018 di Juru
Seberang Kabupaten Belitung Provinsi Bangka Belitung. Kegiatan yang akan
berlangsung dari tanggal 5 – 11 November 2018 ini dibuka langsung oleh Menteri
Agama RI.
Dalam sambutannya Ditjen Pendidikan Agama Islam Kamaruddin
Amin mengatakan perkemahan rohis adalah kegiatan 2 tahunan. Kegiatan ini yang
terakhir dilaksanakan pada tahun 2016 di cibubur jawa barat. Di cibubur inilah
terlahirkan rekomendasi komitmen pengurus rohis yang menentang dan menolak
pemikiran aksi radikealisme.
Perkemahan rohis adalah wadah siaturrahim antara siswa SMK/SMA,
yang diharapkan mampu menjadi meja tukar menukar informasi penyelenggaraan rohis.
Dalam hal ini akan dibahas eksemplan Rohis mulai dari tingkat satuan kerja
sampai nasional.
Rohis adalah pionir perubahan dan menjadi pelopor menambah
wawasan keagamaan bagi anggota dan siswa pada umumnya, aktifis rohis selalu
menjadi teladan dalam menyeimbangkan antara penguasaan pengetahun dan
tekhnologi serta nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.Â
Aktifis rohis disamping harus memiliki intergritas pribadi
dan ketokohan akhlak seyogyanya juga harus memiliki prestasi akademik yang baik, sehingga profil manusia yang kafah tersebut tercermin dari pribadi-pribadi pengurus
rohis.
Ada perbedaan antara perkemahan rohis sebelumnya dengan
perkemahan rohis saat ini. Dimana perbedaan tersebut adalah pada kemah rohis
terdahulu seluruh peserta dilarang membawa Gadget, pada Kemah Rohis III ini
peserta wajib membawa Gadget. Peserta akan diberikan tangguhan akan bermedsos,
fiqh medsos, bagaimana seyogyanya mereka bersikap saat mendapatkan informasi.
Kedua generasi milenial atau generasi Z adalah generasi
gadget. Maka dengan membawa instrumen tersebut dapat anak-anak rohis dapat
mewarnai media sosial dan mendiseminasikan informasi positif mereka tidak larut
membawa arus bahkan dapat menyeimbangkan arus informasi di medsos yang kadang
tidak terkendali.
Ketiga anak-anak rohis ini banyak membantu menyemaikan
moderasi beragama dan membatu tugas guru agama yang saat ini secara kuantitas
terbatar. Untuk itu mereka adalah agen moderasi agama.
Perkemahan ini dapat memberikan pemahaman kepada peserta betapa pentingnya moderasi bagi beragama sehingga perkemahan ini mengambil tema membentuk generasi islam milenial yang literat dan moderat.
Untuk memaksimalkan sisi positif penggunaan gadget setiap peserta
diwajibkan melakukan pendokumentasian baik dalam bentuk gambar, mem, maupun
video, untuk selanjutnya dishare dan diseminasikan melalui media sosial yang sebelumnya
telah melalui seleksi oleh tim penilai. (ana)