0 menit baca 0 %

Kemah Ekoteologi Madrasah Kabupaten Kampar 2025: Menanam Iman, Merawat Alam, Menyatu dalam Keberkahan

Ringkasan: Kampar ( Kemenag )---Suasana semangat dan kebersamaan menyelimuti halaman MAN 2 Kampar, Jumat (7/11/2025), saat ratusan siswa madrasah se-Kabupaten Kampar mengikuti Kemah Ekoteologi Madrasah Tahun 2025 yang mengusung tema Menanam Iman, Merawat Alam, Menyatu dalam Keberkahan.

Kampar ( Kemenag )---Suasana semangat dan kebersamaan menyelimuti halaman MAN 2 Kampar, Jumat (7/11/2025), saat ratusan siswa madrasah se-Kabupaten Kampar mengikuti Kemah Ekoteologi Madrasah Tahun 2025 yang mengusung tema “Menanam Iman, Merawat Alam, Menyatu dalam Keberkahan.”

Kegiatan yang berlangsung hingga Minggu (9/11) ini dibuka secara resmi oleh Bupati Kampar selaku pembina upacara, dan dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau yang diwakili Kabid Pendidikan Madrasah Drs. Jisman, M.Pd., serta jajaran pimpinan Kemenag Kampar: Kepala Kantor H. Fuadi Ahmad, SH., MAB, Kepala Subbag TU H. Ahmad Fadhli, S.H., M.M., dan Kasi Pendidikan Madrasah H. Masnur, S.Pd., M.Sy.

Turut hadir pula para kepala madrasah, kepala KUA kecamatan, dan perwakilan Kwarcab Kampar yang diwakili Waka Bina Muda Syarifuddin, M.Pd.

Kegiatan ini diikuti oleh 800 peserta didik dari tingkat MI, MTs, dan MA se-Kabupaten Kampar, dengan 104 pendamping dan 74 tenda yang menghiasi area kemah. Selama tiga hari, peserta terlibat dalam berbagai kegiatan edukatif, spiritual, dan ekologis, mulai dari shalat berjamaah dan tadabbur alam, hingga pelatihan ekoteologi Islam, penanaman pohon, dan pembuatan produk daur ulang.

Tidak hanya itu, kemah juga diwarnai dengan beragam lomba bernuansa religius dan lingkungan, seperti Syarhil Ekoteologi, Cerdas Cermat Ekologi Islam, Pidato Lingkungan, serta Kreasi Seni Islami bertema alam.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kampar H. Fuadi Ahmad menegaskan bahwa menjaga alam adalah bagian dari keimanan.

 “Madrasah harus menjadi pelopor gerakan peduli lingkungan. Menjaga bumi bukan hanya tanggung jawab sosial, tetapi juga bagian dari pengamalan iman,” ujarnya.

Fuadi menambahkan, kegiatan kemah ekoteologi ini menjadi wadah pembinaan karakter bagi peserta didik agar tumbuh sebagai generasi madrasah yang berilmu, berakhlak, dan berjiwa ekologis.

“Kita ingin membentuk anak-anak madrasah yang memahami bahwa mencintai alam berarti mencintai ciptaan Allah SWT,” tambahnya.

Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Riau, Drs. Jisman, M.Pd., dalam arahannya menyampaikan apresiasi kepada Kemenag Kampar atas inisiatif menyelenggarakan kegiatan yang selaras dengan semangat Gerakan Madrasah Mengelola Sampah Sehat dan Berteknologi (Gemmes Berseri).

“Gerakan ini tidak hanya membentuk kesadaran ekologis, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai teologi Islam dalam pengelolaan lingkungan hidup,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Kampar dalam sambutannya berharap kegiatan ini menjadi inspirasi bagi seluruh lembaga pendidikan untuk menanamkan nilai cinta lingkungan sejak dini.

 “Anak-anak madrasah bukan hanya cerdas secara akademik, tapi juga punya hati yang lembut terhadap alam,” ujarnya

Melalui Kemah Ekoteologi Madrasah Kabupaten Kampar Tahun 2025 ini, diharapkan lahir generasi muda yang beriman kuat, berdisiplin, tangguh, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan.

Semangat “Menanam Iman, Merawat Alam, Menyatu Dalam Keberkahan” menjadi simbol sinergi antara ilmu, iman, dan amal dalam menjaga bumi sebagai amanah dari Sang Pencipta.

Penulis: Humas Kemenag Kampar

Editor: fatmi