Riau (Inmas) – 88 siswa MAS Kepenuhan yang berada dibawah
yayasan Darul Hiyat melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada
Senin, (9/4). Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi yang sebelumnya telah
melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) di MAN Rohul dan Ponpes Khalid Bin Walid
juga melakukan kunjungan yang sama ke MAS Kepenuhan yang dinaungi yayasan Darul Hiyat tersebut.
Dalam kunjungan ke MAS Kepenuhan Kakanwil langsung memantau
lokasi ruang ujian siswa yang tengah serius meyelesaikan jawaban. Menurutnya
Kemenag melakukan pemantauan langsungÂ
untuk memotivasi dan menyukseskanÂ
sekaligus mengetahui sejauh mana kendala yang dihadapi dalam proses
ujian berbasis komputer itu.
Ahmad Supardi sepakat pelaksanaan UNBK perlu dilakukan oleh
seluruh madrasah di Riau, apalagi sebelumnya Kemenag juga telah
menyelenggarakan UAMBN khusus mata pelajaran Agama Islam berbasis komputer. “Jadi
UNBK ini disamping memiliki kelebihan kelebihan tetap ada kekurangannya,
sepertiterkendala listrik yang tiba tiba bisa mati ataupun jaringan internet
yang kurang baik, hal ini perlu disiasati secara jitu”, tegasnya.
Kemad Amir Husin SAg mengungkapkan Yayasan Darul Hiyat menaungi
empat sekolah. Salah satunya adalah MAS kepenuhan dan tiga sekolah lainnya yaitu
SD Islam Mawaddah 220 siswa, SMP Islam Mawaddah total siswa  sebanyak 240 siswa, TK PAUD Islam Mawaddah
yang berjumlah 180 orang dan MAS 330 orang. Ia mengaku di MAS Kepenuhan baru
memiliki dua guru PNS sisanya masih honor sebanyak 19 orang.
“MAS kepenuhan yang berdiri pada Tahun 2000 ini telah
menghasilkan 15 angkatan sejak berdiri”, ujarnya. Ia menilai untuk pelaksanaan Ujian nasional tahun ini pihaknya mengaku bersyukur bisa turut melaksanakan UNBK layaknya madrasah negeri lainnya. "Dari segi
perangkat komputer pihaknya bisa mengatasi dengan baik, dalam arti tidak ada
masalah, namun berkaitan dengan jaringan internet saja yang sempat kami
khawatirkan, apalagi kalau sudah hujan, mendung atau petir,tentu internet harus
dimatikan dari pusatnya.
Ia menambahkan, dari jumlah siswa yang mengikuti ujian
dibutuhkan sedikitnya 50 unit komputer untuk pelaksanaan UNBK. Sementara di MAS
kepenuhan sendiri saat ini baru tersedia 40 unit komputer, itu pun sudah termasuk
bantuan dari wali murid.
Menurutnya UNBK sangat membantu siswa, selain mereka tidak
gagap teknologi lagi nantinya, juga dapat melatih kecepatan dan ketilitian
dalam menjawab soal dengan perangkat teknologi ini. Kami berharap ujian yang
akan berlangsung empat hari kedepan bisa berlangsung lancar, dengan mapel
bahasa Indonesia, Matemetika, bahasa Inggris dan hari keempat untuk mapel
pilihan jurusan IPA atau IPS. “Masing masing siswa diberikan hak memilih satu
mapel pilihan ujian pada hari terakhir tersebut, ujarnya lagi. Selain itu lanjutnya, perlu evaluasi dari semua pihak terkait dalam mengsukseskan UNBK ini kedepan terkait beragam kendala yang ditemui dilapangan, terutama masalah fasilitas perangkat.
Terpisah, Proktor Ujian BK MAS Kepenuhan Kurnia Sandi mengaku
tidak menemui kendala berarti selama ujian. Kecuali pada pagi hari tadi listrik
sempat mati beberapa saat namun sudah diatasi dengan baik, dan tepat jam 07.30
tetap bisa dimulai juga ujian, terangnya. Ia menjelaskan ujian yang membutuhkan
sinkronisasi antara server dan klien ini harus dipastikan lancar. Mengingat untuk
membuka soal soal tersebut dibutuhkan user name dan password masing masing
serta sebuah token sehingga keamanannya
lebih terjamin. Menurutnya token baru akan diberikan sekitar 10 menit sebelum
pelaksanaan UNBK dimulai.
Ia memandang banyak kelebihan dengan diterapkannya UNBK ini.
Selain siswa menjadi lebih efisien waktu dan praktis dalam menjawab soal soal,
juga untuk melatih siswa dalam menggunakan perangkat teknologi yang lebih
objektif ketimbang cara manual seperti UNKP selama ini.
“ Kesalahan atau human error tetap ada, sehingga butuh
antisipasi. Khususnya psikologis anak dalam menghadapi komputer yang tiba tiba
mati listrik atau karena petir dan sebagainya seperti apa perlu disiasati
dengan baik”, ungkapnya.(vera)
Kurnia Sandi menuturkan kelemahan dari pelaksanaan UNBK ini
sangat bergantung pada aliran listrik, internet dan fasilitas lainnya yang
harus memadai. (vera)