0 menit baca 0 %

Kelola Konflik dengan Bijak, Penyuluh Agama Islam KUA Bengkalis Ingatkan Catin untuk Bersandar Kepada Allah

Ringkasan: Bengkalis (Kemenag) Kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) angkatan ke 9 bagi calon pengantin di KUA Kecamatan Bengkalis hari kedua kembali digelar dengan penuh antusias, Kamis pagi (23/10/2025). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 11.00 WIB ini menghadirkan Eny Gustinawati selaku Pen...

Bengkalis (Kemenag) – Kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) angkatan ke 9 bagi calon pengantin di KUA Kecamatan Bengkalis hari kedua kembali digelar dengan penuh antusias, Kamis pagi (23/10/2025). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 11.00 WIB ini menghadirkan Eny Gustinawati selaku Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Bengkalis, sebagai pemateri pertama dengan tema “Mengelola Konflik dalam Keluarga.”

Dalam pemaparannya, Eny Gustinawati menjelaskan bahwa konflik dalam rumah tangga adalah hal yang wajar, namun yang terpenting adalah bagaimana pasangan menyikapi dan mengelolanya dengan bijaksana. “Respon terhadap perbedaan dalam rumah tangga membutuhkan tiga hal utama: pemahaman, dialog mendalam, dan perubahan sikap,” ujarnya di hadapan peserta.

Ia menegaskan, salah satu penyebab munculnya konflik adalah perbedaan bahasa kasih antara pasangan. Setiap orang memiliki cara tersendiri dalam mengekspresikan kasih sayang. “Jangan membandingkan pasangan kita dengan orang lain. Ada yang menunjukkan kasih sayang dengan kata-kata seperti I love you, namun ada pula yang mengekspresikannya melalui tindakan, misalnya dengan membantu pekerjaan rumah,” tuturnya sambil disambut anggukan peserta.

Lebih lanjut, Eny juga menguraikan beberapa potensi persoalan yang mungkin terjadi dalam rumah tangga, seperti konflik dengan keluarga mertua, perselingkuhan, dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Ia menekankan pentingnya komunikasi terbuka, empati, dan kesabaran dalam menyikapi setiap persoalan agar rumah tangga tetap harmonis.

Menariknya, di sela penyampaian materi, Eny turut menyisipkan penjelasan tentang fiqh thaharah, khususnya mengenai haid dan nifas, agar para calon istri memahami pentingnya menjaga kebersihan dan kesucian dalam beribadah.

Di akhir sesi, Eny berpesan agar para peserta senantiasa menjaga shalat lima waktu. “Menjalani rumah tangga itu berat jika kita tidak bersandar kepada yang Maha Kuat. Maka jadikanlah Allah sebagai sandaran utama dalam setiap langkah,” pesannya menutup materi dengan penuh kesan.

Kegiatan ini dimoderatori oleh Nurul Farhana, mahasiswi magang yang dinilai sangat piawai memandu jalannya acara. Suasana Bimwin pagi itu berlangsung hangat, komunikatif, dan sarat makna, meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh calon pengantin yang hadir.

Melalui pembekalan ini, KUA Bengkalis terus berkomitmen membekali calon pengantin agar siap membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah, serta mampu menghadapi dinamika kehidupan berkeluarga dengan kedewasaan dan keimanan. (Eg)