Dumai (Inmas) - Kantor Kementerian Agama Kota Dumai melalui Seksi Pendidikan Islam (Pendis) melaksanakan kegiatan Sosilaisasi Pemantapan Aplikasi SIAGA untuk para guru Pendidikan Agama Islam (PAI), yang diikuti 75 perserta guru pendidikan agama islam semua tingkatan non sertifikasi tahun ajaran 2019/2020 melalui pretest sertifikasi (TPG) 2020, Kamis (29/08/2019). Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Seksi Pendis, Drs. H. Ade A. Yani didampingi staf Pendis Riswanda Aswad, dalam sambutannya ia menjelaskan para guru harus mulai mempelajari serta mampu memantapkan aplikasi SIAGA, bertempat di Aula Kantor Kemenag Kota Dumai.
Aplikasi SIAGA adalah salah satu aplikasi berbasis online yang wajib difahami oleh guru GPAI karena SIAGA adalah pengganti aplikasi Simpatika yang selama ini digunakan untuk melakukan verval data GPAI online. Ia menambahkan aplikasi SIAGA ini dibuat oleh Direktorat Pendidikan Agama Islam dan dijadikan dasar atau acuan bagi Dirjen Pendis untuk melaksanakan berbagai program dan kegiatan.
“Siaga ini sebagai database dalam pelaksanaan program sertifikasi, pembayaran TPG serta pelaksanaan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan(PPKB)”, jelasnya.
H. Ade A. Yani juga menyemangati para guru untuk tidak gampang menyerah dalam mempelajari aplikasi SIAGA, tentunya karena ini aplikasi baru apalagi berbasis online akan timbul beberapa permasalahan dan kendala. Ia menyarankan apabila para guru menghadapi kendala segera untuk mengkomunikasikan dengan admin dan operator SIAGA Kankemenag.
“Kita dari Kankemenag tentu akan berusaha merespon dan mencarikan solusi, setidaknya kita belajar bersama”, ujarnya.
H. Ade A. Yani berharap para guru menyadari betul bahwa aplikasi siaga ini sangat penting dalam rangka menertibkan administrasi guru PAI, dari data base SIAGA ini administrasi guru terpantau, sertifikasi bisa dibayarkan. Artinya jika data salah satu guru tidak ada dalam aplikasi SIAGA maka kecil kemungkinan guru tersebut akan terpanggil untuk ikut PPG apalagi mendapatkan pembayaran serifikasi. (Arief)