Batam (Inmas)- Kedatangan Jamaah Haji (JH) Kelompok Terbang (Kloter) 9 Embarkasi Batam (BTH) asal Kampar (Riau) kembali mengalami keterlambatan 29 menit. Semula jadwal kedatangan JH Kloter 9 BTH pada pukul 13.00 WIB namun pesawat Saudia yang membawa 449 jamaah baru mendarat pada pukul 13.29 WIB.
JH Kloter 9 BTH terdiri atas 443 JH asal Kampar (Riau), 1 orang JH asal Tanjab Barat (Jambi) dan 5 orang petugas Kloter. Hingga saat ini jamaah haji yang sudah tiba di Tanah Air melalui Embarkasi Batam berjumlah 4.026 orang atau 9 Kloter.
Sekretaris PPIH Embarkasi Batam, Syahbudi menyebutkan terdapat tiga orang JH Kloter 9 BTH yang mutasi keluar atas nama Zulkarhani Umar Hani Nomor Porsi 0400058399 asal Indragiri Hulu (Riau) mutasi keluar ke Kloter (05/051), Gustina Mailis Bain Nomor Porsi 0400058400 asal Indragiri Hulu (Riau) mutasi keluar ke Kloter (05/054), dan Wahar Chandra Damiri Nomor Porsi 0400059462 asal Rokan Hulu (Riau) mutasi keluar ke Kloter (07/169).
Syahbudi juga menyebutkan terdapat empat orang JH yang mutasi masuk ke Kloter 9 BTH atas nama Zuraini Saleh Mahajo Nomor Porsi 0400058533 asal Kampar (Riau) mutasi masuk ke Kloter (11/073), Bambang Suharyanto Kerto Nomor Porsi 0400061413 asal Kampar mutasi masuk dari Kloter (12/445), Lasmi Kasmat Isa Nomor Porsi 0400061414 asal Kampar (Riau) mutasi masuk dari Kloter (12/446), dan Mukhlis Muhammad Saleh Nomor Porsi 0400029332 asal Tanjung Jabung Barat (Jambi) mutasi masuk dari Kloter (18/097).
Ketua Kloter 9 BTH H. Faizin dalam laporannya mengatakan kloter 9 BTH mengalami sedikit insiden selama berada di Medinah. Dia mengatakan penginapan di Medinah berada disamping hotel yang sedang dibangun. “Dan ada sampah bangunan yang dibakar karena letaknya yang dekat, maka ada perintah evakuasi jamaah untuk keluar hotel sampai api dipadamkan oleh petugas. Setelah api dipadamkan jamaah pun masuk ke dalam hotel lagi”, kata Faizin menjelaskan.
“Dan ada insiden juga di Mekkah saat jamaah sedang melaksanakan tausiyah di lantai dasar hotel penginapan, ada jamaah yang memasak dan alat masak terbakar dan membakar kasur. Karena semua jamaah sedang berada di lantai dasar maka tidak ada jamaah yang terluka”, jelas Faizin.
Sementara itu Kepala Kemenag Kampar H. Muhammad Fairuz mengatakan jamaah haji diharapkan dapat mempertahankan kemabruran haji. Fairuz juga mengatakan selama pelaksanaan ibadah haji jamaah sudah menyerap berbagai ilmu yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kita menyaksikan sendiri bagaimana praktek ibadah jamaah haji seluruh dunia berbeda-beda. Ada yang pakai qunut, ada yang tidak dan sebagaimana. Semua berjalan dengan saling menghormati dan memahami, itu pula yang harus kita terapkan di daerah sehingga perbedaan itu tidak perlu dibesar-besarkan. Saat pelaksanaan ibadah, kebersamaan adalah yang utama”, ujar Fairuz.
Proses penerimaan JH Kloter 9 BTH berlangsung di Aula Arafah I Asrama Haji Batam, Senin (26/9). (rls/htmn)