0 menit baca 0 %

Kedatangan JH Kloter 3 BTH Kembali Terlambat 1 Jam

Ringkasan: Batam (Inmas)- Kedatangan tiga kloter JH Embarkasi Batam belum satupun tepat waktu. Kedatangan Jamaah Haji (JH) Kelompok Terbang (Kloter) 3 Embarkasi Batam (BTH) terlambat 1 jam 12 menit dari jadwal semula. Seharusnya JH Kloter 3 BTH yang terbang dari Jeddah Arab Saudi mendarat di Bandara Hang Nadim...

Batam (Inmas)- Kedatangan tiga kloter JH Embarkasi Batam belum satupun tepat waktu. Kedatangan Jamaah Haji (JH) Kelompok Terbang (Kloter) 3 Embarkasi Batam (BTH) terlambat 1 jam 12 menit dari jadwal semula. Seharusnya JH Kloter 3 BTH yang terbang dari Jeddah Arab Saudi mendarat di Bandara Hang Nadim Batam pada pukul 17.35 WIB namun pesawat Saudia yang membawa 449 jamaah asal Kota Pekanbaru baru mendarat pukul 18.47 WIB, Senin (18/9).

Tampak menjemput JH di Bandara Hang Nadim Kepala Kanwil Kemenag Kepri H. Marwin Jamal, Plh. Kakanwil Kemenag Riau, Kabag Tata Usaha Kanwil Kemenag Riau, dan Kabid PHU Kanwil Kemenag Riau. Sesampainya di Bandara Hang Nadim Batam, JH diarahkan menuju ruang tunggu internasional untuk melalukan pemeriksanaan suhu tubuh melalui thermal scanner, pemeriksaan buku kesehatan dan proses keimigrasian.

Sesampainya di Asrama Haji Batam, JH langsung mengikuti kegiatan penerimaan jamaah. JH Kloter 3 BTH merupakan jamaah haji asal Kota Pekanbaru sebanyak 449 jamaah. Hingga kedatangan JH Kloter 3 BTH total jamaah haji yang sudah tiba di tanah air sebanyak 1.339 jamaah atau tiga kloter.

Ketua Kloter 3 BTH H. Mulyardi mengatakan semua rangkaian ibadah haji dapat terlaksana dengan baik, tertib dan lancar. “Ketika kami berangkat dulu jamaah berjumlah 449 jamaah sekarang pulang kembali dalam kondisi utuh”, kata Mulyardi.

Sementara itu Walikota Pekanbaru yang diwakili oleh Asisten I Mutia Eliza dalam sambutannya mengatakan jamaah haji agar dapat mempertahankan kemabruran hajinya.

“Semakin banyak masyarakat Pekanbaru yang berhaji insya Allah daerah kita makin aman. Kita doakan yang lain ikut segera berhaji pada masa mendatang”, kata Mutia.  (rls/htmn)