Dumai (Inmas) - Kakan Kemenag, Drs. H. Syafwan menyatakan kesiapannya untuk mengarahkan kebijakan serta pengawasan atas penyelenggaraan di Kementerian Agama di wilayahnya. Hal itu ia utarakan setelah mendapat arahan dari Menteri Agama (Menag) Jend (Purn) TNI Fachrul Razi, di hadapan para Pejabat Setjen Menag, Kakanwil hingga Kakankemenag se-Indonesia, Jakarta, Jumat (17/01/2020).
Mengutip amanah yang disampaikan Menag, Kakan Kemenag menyebut bahwa kebijakan pimpinan harus terintegrasi hingga ke level pelayanan paling bawah. "Menteri Agama menyampaikan banyak hal terkait arah kebijakan Kementerian Agama ke depannya, khususnya di tahun ini. Di antaranya adalah mendorong setiap pemimpin, baik itu di Setjen, Kanwil, Kakankemenag, hingga jabatan di bawahnya," ujar H. Syafwan usai mengikuti pembukaan Rapat Koordinasi Kebijakan Pengawasan (Rakorjakwas) Tahun 2020, Jakarta 17 - 18 Januari 2020.
Dari sambutan Menag, sebut Kakan Kemenag, Kementerian Agama harus mempertahankan birokrasi yang bersih. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menjaga dan meningkatkan kualitas aparatur sipil negara (ASN), menjaga sistem kerja, hingga memperkuat koordinasi lintas sektoral.
"Pak Menteri menekankan bagaimana menjadi pemimpin yang baik, pemimpin yang berkarakter, pemimpin yang berkualitas. Kemudian beliau juga berharap kita para ASN harus bersinergi dalam setiap kebijakan maupun realisasi program," ulasnya.
Tak hanya itu, lanjut H. Syafwan, pemimpin juga mesti bijak menerima masukan dari personel ASN lainnya. Dalam hal ini, Kakan Kemenag menggaris bawahi soal komunikasi harmonis antara pemimpin dengan ASN yang dipimpinnya. "Pemimpin juga mampu menerima input (masukan) dari bawahannya, sepanjang itu untuk efektivitas dan efisiensi kerja, dan tidak bertentangan dengan koridor aturan," tegasnya.
Lebih lanjut Kakan Kemenag, Â H. Syafwan menyatakan siap mengawal kebijakan Kementerian Agama di wilayahnya. Apa yang disampaikan oleh Menag, akan diimplementasikan di wilayahnya. Secara teknis, kebijakan Menag yang terorganisir akan dikawal hingga ke level pelayanan paling bawah.
"Tentu amanat Pak Menteri bukan hanya sampai di forum ini (Rakorjakwas), tapi harus terlaksana hingga ke level paling bawah. Kebijakan dan pengawasan mendapat atensi serius dari beliau. Oleh karena itu, kita yang hadir, harus mengawalnya," tandasnya.
Selain memfokuskan pada kebijakan dan pengawasan, Menag Fachrul Razi juga memberikan penekanan terhadap pelayanan umat yang diselenggarakan Kementerian Agama. "Pembinaan umat beragama, menjaga dan merawat toleransi, hingga soal pendidikan keagamaan, juga dibahas. Tugas dan fungsi Kementerian Agama menjadi sangat vital dalam sistem berbangsa dan bernegara," kata H. Syafwan menjelaskan.
Salah satu layanan yang diberikan oleh Kementerian Agama dengan moto "Ikhas Beramal" ini adalah penyelenggaraan haji. Menag, menurut Kakan Kemenag, menginginkan layanan penyelenggaraan haji yang berkualitas. "Setiap tahun, animo ibadah haji terus meningkat secara kuantitas. Tentu ini harus berbarengan dengan kualitas pelayanan yang kita berikan, meski indeks kepuasan jamaah haji Indonesia, menurut catatan statistik memuaskan. Ini juga harus kita pertahankan, bahkan ditingkatkan," harap H. Syafwan.
Selain Kakan Kemenag H. Syafwan, Rakorjakwas tahun 2020 juga diikuti oleh para Kakankemenag se-Riau. (Arief)