0 menit baca 0 %

“Kebersamaan Dalam Bingkai Persatuan Hanya Bisa Dilakukan Jika Umat Islam Bertauhid”

Ringkasan: Siak (Inmas) Kamis, (04/10/18), Kebersamaan dalam Bingkai Persatuan hanya bisa diterapkan jika Tauhid umat islam di negeri ini kokoh. Jika engkau bukan saudaraku dalam satu agama, maka engkau adalah saudaraku dalam satu bingkai kebangsaan dan kemanusiaan, karena kita semua dari datuk dan nenek yang...

Siak (Inmas) – Kamis, (04/10/18), “Kebersamaan dalam Bingkai Persatuan hanya bisa diterapkan jika Tauhid umat islam di negeri ini kokoh. Jika engkau bukan saudaraku dalam satu agama, maka engkau adalah saudaraku dalam satu bingkai kebangsaan dan kemanusiaan, karena kita semua dari datuk dan nenek yang sama yaitu, Adam dan Hawa”, ujar ustadz muda berilmu luas yang saat ini menjadi idola lintas generasi tersebut, dialah Ustadz Abdul Shomad, Lc., MA (UAS).

Kehadiran Ustadz Kondang, H. Abdul Somad, Lc., MA di halaman Masjid Sultan Ismail Abdul Jalil Jalaluddin Syah Kampung Benteng Hilir Kecamatan Mempura, berhasil membius ribuan masyarakat yang rela berpanas-panasan untuk datang melihat dan mendengarkan langsung tausiyah dari ustadz lulusan Universitas Al-Azhar Mesir dan Institut Darul Hadits, Kerajaan Maroko tersebut.

Dari pantauan di lapangan, acara yang dimulai dengan ceramah, Tanya jawab dan do’a tersebut, berjalan dengan yang lancar. Dalam Tausiyahnya, Ustadz Abdul Somad menyampaikan beberapa poin penting, yang diantaranya, pentingnya menjaga tauhid. “Tauhidlah yang akan membuat kita bisa saling sayang-menyayangi. Dengan Tauhid yang kokoh, Insya’Allah indahnya kebersamaan dapat kita nikmati. Oleh sebab itu, jauhi semua perkara yang dapat merusak tauhid”, ujarnya menyampaikan ceramah.

Selain itu, Ustadz Abdul Shomad juga berpesan agar Jangan ada sifat saling ejek mengejek, Jangan mencela diri sendiri, jangan gunakan kata kata dan gelar yang jelek, dan Kita harus saling nasehat menasehati. Beliau juga mengingatkan akan pentingnya perintah shalat lima waktu. “Sholat, doa-doa yang dibaca harus pas untuk melejitkan potensi diri. Lalu puasa dan zakat. Melalui puasa dan zakat kita belajar kesabaran dan berbagi kepada sesama.  Selanjutnya adalah Naik Haji dimana kegiatan ini merupakan kegiatan yang paling baik dalam melejitkan potensi diri”, ujarnya memotivasi. (Hd)