Pekanbaru (Inmas)- “Keberhasilan merupakan milik orang yang mau berusaha” hal tersebut merupakan salah satu pesan diantara lima pesan yang disampaikan Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA, saat membuka kegiatan Penghayatan Dhamma bagi Siswa/ Siswi SMA/ SMK Angkatan ketiga Tahun 2016 di Hotel Bintang Pekanbaru, Jumat (28/10).
“Empat pesan lain yang ingin saya sampaikan kepada anak- anak peserta kegiatan yaitu, jangan pernah berhenti mengejar impian, harus hadapi tanganan dan mau berkorban, punya keahlian pada bidang tertentu, dan jadilah orang yang bermanfaat bagi orang lain,” tegas Ahmad Supardi yang didampingi Pembimas Budha Tarjoko dihadapan 100 peserta kegiatan.
Untuk itu, ia menghimbau pada siswa siswi peserta penghayatan dhamma untuk terus belajar, karena pendidikan itu penting. Pendidikan memang mengantarkan pada perubahan yang lambat, tapi pasti, dan pengaruhnya sangat besar di kemudian hari.
“Kenapa saya katakan pendidikan ini sifatnya lambat, karena belajar itu butuh waktu. Kalau kita membangun gedung, maka dalam jangka waktu beberapa bulan sudah bisa selesai, tapi kalau pendidikan butuh waktu dan berjenjang,” ujarnya.
Begitu juga dengan belajar penghayatan dhamma, butuh proses. Pendidikan ini penting bukan hanya sekedar tahu, tapi perlu dipahami, lalu dihayati, diamalkan dan diajarkan. Karena tampa pendidikan agama, negara akan runtuh.
Sementar itu, Pembimas Budha, Tarjoko, dalam laporannya menyebutkan, Penghayatan Dhamma bagi Siswa/ Siswi SMA/ SMK Angkatan ketiga Tahun 2016 di Hotel Bintang merupakan kali ketiga, artinya sudah 300 siswa siswa yang ikut penghayyatan dhamma.
“Saya berharap tahun depan, kegiatan ini dapat terus dilanjutkan. Karena ini sangat penging agar anak- anak tahu dan lebih paham ajaran budha untuk diamalkan sehari- hari. Dengan pendidikan agama, anak- anak akan bisa membentengi diri dengan keagamaan, karena agama sama dengan antibiotik agar penyakit tidak masuk,” harapnya. (mus)