0 menit baca 0 %

Kebebasan yang Terkontrol

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas)- Hari Kartini adalah hari bersejarah bagi kaum wanita dimana dahulunya kaum wanita sangat terkekang oleh adat dan tradisi, tidak bisa berkarier, berpendapat, dan berpartisipasi dalam segala hal karena dianggap tabu dan melanggar adat istiadat.

Pekanbaru (Inmas)- Hari Kartini adalah hari bersejarah bagi kaum wanita dimana dahulunya kaum wanita sangat terkekang oleh adat dan tradisi, tidak bisa berkarier, berpendapat, dan berpartisipasi dalam segala hal karena dianggap tabu dan melanggar adat istiadat.

Tapi menurut Kasi Akomodasi, Tranportasi dan Perlengkapan Haji Bidang PHU Kanwil Kemenag Riau, Dra Hj Musalmah MA, lain dulu lain sekarang. Pasca perjuangan Kartini, membawa suatu kebebasan bagi kaum wanita untuk mengembangkan kemampuannya.

“Kebebasan disini bukan keluluasan yang kebablasan, tapi kebebasan yang terkontrol. Boleh saja kita bersaing dengan laki-laki bukan dalam bekerja, tetapi bukan berarti kita mendahului laki-laki segala-galanyanya. Ada hal- hal yang perlu tetap kita perhatian, yaitu kodrat dimana laki- laki tetap sebagai pemimpin kita,” ujar ibu dua anak ini.

Ia mengakui, perempuan masa kini super habat, khususnya bagi perempuan bekerja. Selain mendapat kesempatan untuk bekerja dan memberi pemikiran dalam masyarakat, perempuan juga bisa melahirkan, mendidik, dan membangun generasi yang jenius.

“Banyak sekali contoh kasus yang patut kita banggakan sebagai perempuan, bukan hanya bisa bekerja di kantoran, tetapi perempuan bisa diberbagai sektor. Untuk itu, manfaatkan kesempatan emansipasi ini dengan baik, untuk berkiprah dan memberi manfaat bagi masyarakat,” harapnya. (jon/dms)