Siak (Inmas) - Kampung Binaan Keluarga Sakinah (KBKS) Minas Barat Gelar Kegiatan Maulid Nabi Muhammad, SAW Tahun 2018, kegiatan ini di selenggarakan di Masjid Al-Hijrah KM.40 Kampung Minas Barat, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, pada Ahad, (09/12/18) sekitar Pukul 20.00 WIB kemarin malam. Sebagaimana dikutip dalam laman Karimuntoday.com, dalam kegiatan itu tampak hadir Penghulu kampung Minas Barat Ayang Bahari, beserta perangkat kampung kepala RK RW Hingga Para tokoh Masyarakat Sekitar.
Ayang Bahari dalam Kesempatan itu mengatakan, “Dalam hal ini tentunya kami sangat mengharapkan sekali terbentuknya kampung sakinah di minas Barat ini, dan kita lihati kali ini Alhamdulillah Antusias masyarakat cukup baik dari pada tahun-tahun sebelumnya, tentunya dalam hal ini kami sangat berterima kasih kepada setiap pengurus masjid khususnya yang ada di Minas Barat ini”, ucapnya.
Ayang Bahari juga menghimbau khususnya kepada masyarakat yang hadir agar menjadi pemilih yang cerdas di pemilu serentak tahun 2019 mendatang, “dalam giat ini tentunya kami juga menghimbau kepada masyarakat untuk senantiasa meningkatkan ketaqwaan kepada Allah, dan kami juga menghimbau kepada masyarakat untuk menjadi pemilih yang cerdas di pemilu serentak di seluruh Indonesia tahun depan, mari sama-sama kita menjaga ketertiban dan keamanan dalam pesta demokrasi tahun 2019 mendatang”, imbuh Ayang.
Sementara itu, al-Ustadz Edi Putra Yono, dengan tema ‘Mari Kita Cintai Rasulullah Saw, Dengan Memperbanyak Salawat,’ dalam ceramahnya menghimbau kepada jamaah pentingnya Bersalawat Kepada Nabi Muhammad SAW dalam setiap Ibadah yang di lakukan. Bahkan tampak Ustadz Edi mengarahkan para Jamaah bersalawat bersama-sama dalam keadaan berdiri.
“Itu semacam Ta’zim kepada baginda Rasulullah SAW, karna beliau SAW adalah junjungan kita, manusia yang paling agung dan paling mulia, jadi kita ajak berdiri sambil shalawat para jamaah itu seakan-akan kita kedatangan tamu yang mulia saat beliau maulid (lahir) dahulu, jadi itu semacam penghormatan dan juga sekaligus untuk refres untuk jamaah agar hilang rasa capeknya sebab dah lama duduk tentu yang tua mungkin kakinya keram oleh karenanya kita ajak berdiri sambil salawatan secara berjamaah,” tutur Ustadz Edi. (Hd)