Riau (Inmas) – Konsentrasi persiapan untuk pengawalan jemaah BTH 19 dilakukan di Armuzna, TPHI dan TPIHI bersama petugas lain termasuk Karom diberi pembinaan ibadah oleh tim Bimbad sektor I Mekkah. Pembinaan itu diikuti oleh seluruh jemaah calon haji pada Sabtu (27/07) pukul 17.00 petang WAS.
KH M Syafiq memaparkan sejumlah Persiapan menghadapi puncak haji di armuzna nanti. “Mulai dari pemberangkatan ke Arafah, Muzdalifah, dan melontar jamarot”, katanya.
Syafiq juga menekankan peran penting karu dan karom di Armuzna nanti. Mengingat pelaksanaan Armuzna berbasis karu, maka karu diharapkan mandiri dan betul betul memahami semua rentetan pelaksanaan Armuzna.
“Masing masing karu akan dibekali catatan yang akan di contreng, guna memastikan bahwa seluruh anggota regu sudah melaksanakan rukun haji”, terangnya.
Dikatakan Ketua kloter Resman Junaidi pada umumnya kondisi jemaah stabil. Kendati pada hari pertama ia mengakui kondisi jamaah sangat terkuras dikarenakan lamanya perjalanan mulai dari EHA sampai di Mekah, lanjut ke hotel,selepas istirahat sejenak langsung mengerjakan tawaf sai dan tahallul.
Tercatat 3 jamaah yang kondisinya sempat down pada hari pertama sehingga harus diinfus. “Setelah di rawat di kamar, sekarang tinggal 2 orang yang di infus”, katanya.
3 jemaah tersebut atas nama Pak idris asal Bungaraya Siak (94), Pak yakub asal Kerinci kanan Siak usia 80 an dan Cokromo usia 80 an, ungkap Kasi Pendis Kemenag Siak ini.
Bersyukur Posko kesehatan siap melayani jamaah 24 jam, sebutnya.
Disisi lain, sosialisasi terus dilakukan kepada para petugas haji yang kini sudah berada di Mekkah. Hal tersebut untuk memastikan kesiapan petugas, mengetahui apa yang harus dilakukannya dalam rangka perlindungan terhadap jemaah haji di Armuzna.
"Petugas harus paham kapan dia mulai bergerak, kemana dia bergerak, dan seperti apa tugas mereka, jangan berleha leha, manfaatkan waktu yang ada melayani jemaah", katanya.
Terakhir Resman mengharapkan Tim akan saling bahu membahu mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan selama di Armuzna puncak ibadah haji. (vera)