Riau (Inmas) Direktur Pendidikan Bimas
Kristen Kemenag RI,diwakili Kasubdit Pendidikan Menengah, Dr. Fa’orota Telaumbenua
membuka Workshop PTK Guru Pendidikan Agama Kristen Tahun 2019 di Hotel Mutiara
Merdeka - Pekanbaru, Kamis 25 Juli 2019.
Acara yang dimulai sejak Pukul 15.00 Wib dihadiri Kasubdit
Pendidikan Menengah, Dr. Fa’orota Telaumbenua didampingi
Pembimbing Masyarakat Kristen, Sahat Lambok Sihombing, M.Pd juga turut
mengundang Penyelenggara Kristen serta Pengawas Kristen Se Provinsi Riau.
Dalam sambutannya Kasudit Pendidikan,Dr. Fa’orota Telaumbenua menyampaikan berbicara Kompetensi Guru berarti Pengembangan Pendidikan Agama Kristen yang harus diperhatikan yang harus diawali dari Pengembangan Sikap.
Dalam Pendidikan Agama Kristen sikap itu ada dua yaitu Sikap
Spiritual dan Sikap Sosial setelah itu dilanjutkan pengembangan Pengetahuan
yang didasari Literasi. Kurikulum 2013 adalah Pengembangan Pembelajaran berbasis
Penelitian.
“ Guru bukan lagi sumber belajar akan tetapi siswa itulah sumber
belajar yang perlu dikembangkan sehingga Guru agama Kristen yang professional harus
menyadari Perubahan itu sebab beban/ Muatan yang
disampaikan yang sudah mengarah pada Kurikulum 2013.” ungkapnya
Didalam Pelaksanaan Pendidikan agama Kristen dan
Budi Pekerti yang berubah nama Mata Pelajarannya. Sedangkan Pendidikan Agama
Kristen masih Pengembangan dari Kurikulum berbasis materi ke KTSP
Inilah yang menjadi tugas dan tanggung jawab Guru Profesional yang
perlu dikembangkan dari 16000 guru Pendidikan Agama Kristen yang dinyatakan
Lulus sertifikasi dari 32.078 Orang yang terdata di dirjen Bimas Kristen
ungkapnya.
Sementara Itu Ketua Panitia, Armin Antoni Silaban menyampaikan
acara yang berlangsung selama berlangsung selama 4 hari 25 s.d 28 Juli 2019 yang diikuti 50 Orang Peserta diharapkan
mampu meningkatkan Kompetensi Guru Pendidikan Agama Kristen sehingga mampu
menghasilkan Pribadi - pribadi yang tangguh serta takut akan Tuhan (belen)