0 menit baca 0 %

Kasubdit Kemasjidan Kemenag RI: Jadikan AMM Strategi Jitu Untuk Akselerasi Data Masjid di Tanah Air

Ringkasan: Riau (Inmas) Pengelolaan masjid di tanah air dinilai masih kurang optimal dan belum sepenuhnya diberdayakan sesuai potensi sebagaimana rumah ibadat yang kondusif untuk kebutuhan masyarakat saat ini. Dalam rangka memperbaiki kualitas pemberdayaan masjid tersebut maka Kanwil kemenag Riau melalui bidan...

Riau (Inmas) – Pengelolaan masjid di tanah air dinilai masih kurang optimal dan belum sepenuhnya diberdayakan sesuai potensi sebagaimana rumah ibadat yang kondusif untuk kebutuhan masyarakat saat ini. Dalam rangka memperbaiki kualitas pemberdayaan masjid tersebut maka Kanwil kemenag Riau melalui bidang Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syari’ah menggelar Kegiatan Sosialisasi Aplikasi Manajemen Masjid di Hotel Mutiara Merdeka, Pekanbaru 19-21 Juli 2017.

Siti Nur Azizah Subdit kemasjidan pada Ditjen Bimas kemenag RI mengatakan dalam materinya, kegiatan ini diharapkan bisa meningkatkan akselerasi data masjid, sekaligus mendorong pembinaan masjidnya. Kalaulah AMM ini dilakukan secara menyeluruh di masjid masjid maka kita akan bisa membaca potensi dan problematika masjid. Sehingga penguatan dalam konteks pemberdayaan, yang selama ini belum tergarap secara optimal dapat lebih diberdayakan melalui operator operator masing masing daerah berbasis SIMAS.

Kita harus merujuk pada beberapa regulasi, katakanlah  operator SIMAS yang tertuang dalam KMA nomor 394 Tahun 2014 tentang penetapan status Masjid di wilayah, atau Intruksi Dirjen Bimas Islam nomor DJ.II/461 tentang Penerapan Sistem informasi Masjid pada Kanwil kemenag Provinsi dan Kab/kota, dan SK Dirjen Bimas Islam nomor DJ.II /802 Tahun 2014 tentang Standart pembinaan Manajemen Masjid, jelas perempuan beperawakan mungil ini.

Selain itu Azizah mengungkapkan urgensi dari dicetuskannya AMM ini agar para ta’mir masjid mampu mengelola dan memanage masjid lebih baik dan profesional lagi. Untuk itu perlu ada upaya mensosialisasikan dan menggunakan strategi yang membangun komunikasi dengan pemerintah setempat. Menurutnya jika AMM dikelola secara tepat dan akhirnya terstandart, maka akan lebih memudahkan pemerintah untuk mendorong program program yang terkait dengan pemberdayaan umat.

“Kalau  AMM  ini betul betul terlaksana di seluruh pelosok Indonesia,secara otomatis akan mendorong masjid masjid tersebut menjadi mandiri, artinya tidak terlalu perlu lagi mengharapkan subsidi  dana dari lembaga lain, seperti yang terjadi selama ini”, bahkan bisa menjadi masjid paripurna, ucapnya tersenyum optimis.

Hal itu sesuai dengan konsep masjid paripurna yang sudah harus dapat memenuhi kriteria standart secara fasilitas maupun manajemen yang baik. Lebih dari itu ia mengatakan bila sebuah masjid tidak dapat  potensi  dan kebutuhan jamaahnya, maka akan sulit untuk meningkatkan perbedayaannya. Karena hanya dengan pengelolaan manajemen masjid yang profesional akan melahirkan dampak positif dari keberadaan masjid kepada masyarakat sekitar.

Tidak hanya pada aspek spritual, tapi juga pada aspek ekonomi, pemndidikan, dan kesehatan, tekannya menegaskan. “Potensi itu harus dibangun dari dalam, artinya antara Kemenag sebagai pemerintah dalam membimbing dapat menjadikan umat menjadi taat beragama melalui masjid yang ada. Pada akhirnya ketika hal itu sudah mengarah pada tingkatan kualitas umat, tentu akan meningkatkan ketaatan beragama mereka”, ujarnya saat dihubungi terpisah oleh salah seorang tim inmas Kanwil Kemenag Riau.

Kedepan bukan tak mungkin, para operator yang sudah melaksanakan AMM ini dengan maksimal akan diberi reward khusus untuk mendorong supaya akselerasi data masjid, selama ini didalam forum rakor kita sudah memberikan apresiasi, tapi bukan dalam konteks hadiah atau trophy, katanya. Reward itu sudah berjalan pada saat rakor selalu dibacakan ini loh Provinsi yang terbaik dalam pengaksesan dan percepatan data. “Kalau ada masjid percontohan terbaik selama ini, barangkali akan ada reward yang lebih kongkrit dari Kemenag untuk operator pengelola SIMAS terbaik kedepannya.

“Saya kira, disamping anggaran yang terbatas, SDM kita yang terbatas ini yang dapat menjadi kendala dalam pengelolaan masjid secara optimal, maka perlu inovasi dalam mengatasinya. semoga dengan lahirnya AMM ini dapat mengembangkan dan mempercepat upaya pemutakhiran data masjid yang ada di seluruh tanah air, harapnya menutup bincang.  (vera)