0 menit baca 0 %

Kasubbag TU : Sekolahkan Anak-Anak ke Madrasah

Ringkasan: Dumai (Inmas) Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Dumai diwakili Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kota Dumai Drs. H. Zulkifli hadiri acara tasyakuran dan pelepasan siswa kelas IX MTs N 2 Dumai tahun pelajaran 2018/2019. Acara ini dilaksanakan di Halaman Mts N 2 Dumai dengan ber...

Dumai (Inmas) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Dumai diwakili Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kota Dumai Drs. H. Zulkifli hadiri acara tasyakuran dan pelepasan siswa kelas IX MTs N 2 Dumai tahun pelajaran 2018/2019. Acara ini dilaksanakan di Halaman Mts N 2 Dumai dengan bertemakan “MTs N 2 Dumai Siap Mencetak Generasi Islami yang Berakhlak Qur’ani. Selasa (30/04/2019).

Hadir dalam acara Kakan Kemenag Dumai diwakili Kasubbag TU Drs. H. Zulkifli, Lurah Pelintung, Kapolsek Medang Kampai, KUA Kecamatan Medang Kampai, Tokoh Masyarakat, Kepala MTs N 1 Dumai, Kepala MIN 1 Dumai, dan Mantan Kepala MTs N 2 Dumai pada masanya.

Dalam sambutannya, Kasubbag TU mengatakan anak adalah amanah dari Allah, titipan Allah, jadi tolong dijaga, cara menjaganya penuhi kebutuhannya baik itu kebutuhan sandang, pangan, maupun rohaninya, kebutuhan sandang dan pangan ada akhirnya, tapi kebutuhan rohani tidak akan ada akhirnya, maka dari itu jangan pernah berhenti mengajarkan anak tentang ilmu agama.

Kebutuhan sandang dan kebutuhan pangan sudah pasti orangtua bisa melengkapinya, namun untuk kebutuhan rohaninya harus butuh bantuan orang lain seperti guru. Sekolahkan anak-anak melalui lembaga pendidikan yang telah disiapkan pemerintah maupun masyarakat. Sekolahkan anak-anak ke sekolah yang bernuansa islami seperti madrasah, karena guru-guru madrasah sangat berperan penting, mereka yang faham menjelaskan kepada anak-anak mana yang baik dan yang tak baik, mana yang halal dan yang haram.

Jika bapak dan ibu ingin anak-anak pandai membaca dan memahami Al-Qur’an, beri mereka pendidikan yang bernuansa agama yakni madrasah, di madrasah pelajaran agama terbagi-bagi misalnya pelajaran Qur’an Hadits yang memaknai Al-Qur’an, Aqidah Akhlak bagaimana kita mempunyai hati yang bersih, Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) mempelajari perjuangan pendiri agama, sahabat-sahabat nabi, dan Bahasa Arab yakni memahami bacaan Al-Qur’an dengan baik. Di sekolah umum juga ada pelajaran agama, namun semua pelajaran agama dijadikan satu mata pelajaran saja dan itu hanya 3 jam seminggu.

Menimba ilmu di madrasah akan terasa setelah anak-anak dewasa nanti, baru merasakan manfaat mempelajari agama, berbanggalah orangtua yang telah menitipkan anak di madrasah, karena telah dididik dengan ilmu agama Jelasnya.

Selanjutnya Kasubbag TU berharap kepada siswa kelas IX, lanjutkan belajar ke tingkat yang lebih tinggi sesuai harapan dan keinginan, gapailah cita-cita untuk meraih masa depan yang lebih baik.

“Kepada orangtua juga saya berharap kalau bisa masukkan anak-anak ke Madrasah Aliyah agar ilmu agamanya tidak hanya sampai tingkat MTs saja, nanti setelah tamat dari Aliyah baru masukkan anak-anak ke perguruan tinggi favorit sesuai dengan keinginan anak-anak, meskipun tidak perguruan tinggi islami, namun anak-anak sudah ada bekal agama saat belajar di MTs dan MA”harapnya. (Zul/Hf).