0 menit baca 0 %

Kasubbag TU Pemateri Pembekalan Karom dan Karu

Ringkasan: Dumai (Inmas) - Kantor Kementerian Agama Kota Dumai melalui Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah menggelar Pembekalan Ketua Regu (Karu) dan Ketua Rombongan (Karom) di Aula Kemenag Kota Dumai, Rabu (03/07/2019).Kepala Kantor Kemenag Kota Dumai, Dr. H. Syafwan membuka secara langsung, acara selanjutny...

Dumai (Inmas) - Kantor Kementerian Agama Kota Dumai melalui Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah menggelar Pembekalan Ketua Regu (Karu) dan Ketua Rombongan (Karom) di Aula Kemenag Kota Dumai, Rabu (03/07/2019).

Kepala Kantor Kemenag Kota Dumai, Dr. H. Syafwan membuka secara langsung, acara selanjutnya pemateri oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kota Dumai Drs. Zulkifli, didampingi protokol Staf Bimas Islam Bahrul Ulum, menyampaikan bahwa Karu dan Karom harus mampu dan cerdas dalam menyelesaikan masalah secara persuasif dengan pendekatan agama.

“Karu dan Karom harus mampu mengolah kata sehingga tidak menyinggung perasaan jamaah ketika menyelesaikan masalah. Jaga emosi dan minta petunjuk kepada Allah jika menghadapi masalah yang cukup berat untuk diselesaikan”, katanya sambil memberi tips kepada Karu dan Karom dalam menghadapi masalah jamaahnya.

 “Pahala sebagai Karu dan Karom sangat besar karena tanggung jawabnya juga besar, jika dilaksanakan dengan ikhlas dan Insya Allah kembali dari Tanah Suci menyandang predikat haji mabrur”, sambil memberi semangat kepada Karu dan Karom yang hadir.

Lanjut Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubbag TU) Kemenag Kota Dumai, Drs. H. Zulkifli dalam membawakan materinya menyampaikan bahwa tugas sebagai Karu dan Karom jangan dianggap beban. “Jika ketua regu dan rombongan melaksanakan tugasnya dengan baik dan ikhlas, maka akan terasa sangat ringan”, katanya.

“Karu dan Karom sebaiknya menganggap jamaahnya seperti saudara sendiri, agar setiap masalah yang muncul di regu maupun rombongan sangat mudah diselesaikan”, lanjutnya.

Dia juga berpesan agar para Karu dan Karom membangun komunikasi dengan jamaahnya sejak sekarang agar tidak ada rasa segan jika nantinya jamaahnya ingin menyampaikan masalahnya. Tutupnya (Arief)