Kampar (Kemenag) – Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar, H. Ahmad Fadhli, S.H., M.M., memberikan kuliah umum yang mencerahkan kepada mahasiswa/i Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Azhar Pekanbaru. Acara ini diselenggarakan di Aula Kantor Kemenag Kampar pada Sabtu (13/12/2025).
Kuliah umum ini merupakan bagian penting dari program Kemenag Kampar untuk mendorong para guru Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) di wilayah Kabupaten Kampar agar memiliki kualifikasi akademik yang memadai, setidaknya hingga jenjang Strata-1 (S-1). Para peserta kuliah umum ini adalah guru-guru MDTA yang sedang menempuh pendidikan di STAI Al-Azhar Pekanbaru.
Dalam sambutan pembukanya, H. Ahmad Fadhli menekankan pentingnya peningkatan kualitas guru MDTA sebagai ujung tombak pembinaan akhlak dan keagamaan generasi muda.
"Peningkatan mutu pendidikan keagamaan tidak bisa dilepaskan dari peningkatan mutu pendidik itu sendiri. Program ini adalah wujud komitmen Kemenag Kampar untuk memastikan guru-guru MDTA kita memiliki bekal ilmu, profesionalisme, dan pemahaman kebangsaan yang kuat," ujar beliau.
Materi yang disampaikan oleh H. Ahmad Fadhli sangat relevan dengan kebutuhan para pendidik di era modern, yang mencakup aspek kebangsaan, moral, spiritual, dan profesionalisme.
1. Definisi dan Nilai-Nilai Pancasila
Beliau mengawali dengan pembahasan mendalam mengenai Definisi Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa. Selain itu, ditekankan pula mengenai penanaman Nilai-Nilai Moral Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks pendidikan. Guru sebagai teladan harus mampu merefleksikan nilai-nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan.
2. Akhlak, Iman, dan Taqwa
H. Ahmad Fadhli juga mengupas tuntas keterkaitan antara Akhlak, Iman, dan Taqwa. Guru MDTA memiliki peran vital dalam menanamkan nilai-nilai keimanan yang kuat, yang harus diwujudkan melalui akhlak mulia dan ketaqwaan kepada Allah SWT.
3. Pola Pikir Profesional dalam Bernegara
Peserta didorong untuk mengembangkan Pola Pikir yang Profesional dalam Menjalankan Kehidupan Bernegara. Profesionalisme guru tidak hanya sebatas kompetensi mengajar, tetapi juga mencakup kesadaran akan hak dan kewajiban sebagai warga negara yang baik, serta kontribusi aktif dalam pembangunan bangsa.
4. Moderasi Beragama
Poin krusial lainnya adalah pemahaman tentang Moderasi dalam Beragama. H. Ahmad Fadhli menjelaskan bahwa moderasi beragama adalah cara pandang yang menyeimbangkan pengamalan agama dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, persatuan, dan kebangsaan, sekaligus menolak segala bentuk ekstremisme dan radikalisme. Ini adalah bekal penting bagi guru MDTA dalam membina peserta didik yang toleran dan cinta damai.
Acara kuliah umum ini ditutup dengan sesi tanya jawab yang interaktif, menunjukkan antusiasme tinggi dari para mahasiswa/i STAI Al-Azhar Pekanbaru. Diharapkan pembekalan ini dapat meningkatkan kompetensi, wawasan kebangsaan, dan profesionalisme para guru MDTA di Kabupaten Kampar.
(Cicy)