Tembilahan (Humas) – Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad saw tahun 1436 H/2015 M, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hilir Pada hari Jum’at Tanggal 9 Januari 2015 yang ditaja oleh Kantor Kemenag Kab. Inhil bertempat di Aula Kan. Kemenag Kab. Inhil.
Tahun ini panitia meminta kepada Bapak Drs. H. Abd. Muis , M.Pd.I, Kasubbag TU sebagai penceramah/pengisi tausiyah agama dalam rangka peringatan maulid tersebut.
Drs. H. Abd. Muis, M.Pd.I yang dikenal kocak dalam setiap mengisi materi atau ceramah telah memberikan penyegaran dan pengkajian sejarah dalam proses kelahiran Nabi Agung tersebut. Beliau menyampaikan bahwa minimal ada 3 fase yang dapat ditarik kesimpulan pasca kelahiran Nabi Penutup tersebut. Pertma sebelum kelahiran Rasulullah sang penyelamat akhlak dan ketauhidan tersebut dikenal sebagai masayarakat jahiliyah (bodoh dalam ketuhanan dan peribadatan), di mana pada masa sebelum kedatangan agama yang lurus (dinul Islam) penduduk Mekkah dikenal sebagai pembunuh bayi adan anak-anak perempuan karena dipandang sebagai aib jika sebuah keluarga memiliki anak perempaun. Hal ini jelas diurai dalam Al-Qur’an Surat An-Nahl ayat 58-59 bahwasanya bagi kaum Quraisy jika memiliki anak keturunan perempuan maka merah padamlah mukanya, dan mereka akan bersembunyi karena malu serta akan membunuhnya dengan mengubur hidup-hidup terhadap anak atau bayi perempuannya. Hal itulah yang diselamatkan dan diangkat oleh Rasulullah dengan kelahirannya, bahwa kaum ibu/perempuan mempunyai peranan dan posisi penting terhadap pembentukan generasi Islam dan aset bangsa. Dirangkai dalam sebuah hadits Nabi; bahwasanya perempuan adalah tiang negara, jika perempuan baik, maka akan baik lah suatu negara dan jika perempuan itu rusak maka akan rusaklah sebuah negara. Maka kelahiran Rasulullah merupakan Spirit Baru terhadap eksistensi kaum ibu/perempuan dan rasulullah meenmpatkan kaum Hawa tersebut padda posisi mulia.
Kedua pada saat kelahiran Rasul yang agung. Pada saat itu beliau dilahirkan dalam kondisi yang tidak biasa terjadi pada saat bayi lahir. Beliau dilahirkan dengan keadaaan bersih, bersujud, tersenyum dan tertawa kecil sebagai tanda Kenubuwahannya. Pada tempat-tempat di Mekkah terjadi keajaiban, binatang ternak bersujud dan menjadi produktif serta gemuk, pohon menunduk, dan suara gemuruh laksana takbir terdengar memuji kehadiran sang kekasih pencipta alam ini. Pada sisi lain benda-benda sesembahan seperti berhala, latta, uzza, manat dan khubal hancur dan dan berjatuhan laksana dihantam dan dihancurkan oleh seseorang.
Ketiga fase kenabian atau kerasulan. Di mana beliau merupakan Uswatun Hasanah bagi seluruh insan. Kehadirannya membawa manfaat dan ketiadaannya menjadi perhatian orang serta dirasa kehilangan. Pada diri Rasulullah paling tidak ada 4 sifat yang mesti dilaksanakan dalam kehidupan yakni : sifat jujrnya (siddiq), Sifat Amanahnya (dapat dipercaya), Sifat Tabligh (penyampainya) dan Sifat Fathanahnya (kecerdasannya). Sehingga dengan meneladani Rasulullah ini kita semua dapat menjadi Insan yang berguna dan kita sebagai Ummat Islam diberikan Keridhoan dan keselamatan serta kebahagiaan di dunia dan akhirat. Sebagai Pamungkas, disampaikan oleh Mantan Kasi Pendidikan Madrasah dan Kasi PAIS ini, bahwa kita mesti merutinkan lisan dalam bersalaway sehingga kita dapat menjadi Ummat Rasul yang baik dan kita mendapat syafa’at pada hari pembalasan nantinya, karna bukti kecintaan kita kepada Nabi Agung adalah dengan banyak melafazhkan Shalawat kepadanya. “Man ahabba syai an katsura 'an zikrihi”; Siapa yang mencintai Rasulullah saw, tandanya dia selalu memperbanyak menyebutnya dengan bersalawat. Dan juga kata Nabi saw Siapa saja yang bersalawat kepada-ku (Rasulullah), maka aku akan memberi ia syafa’at pada hari kiamat, “Man Shalla 'Alayya kun syafi'an lahu yaumal qiyamah."
Semoga kita akan mendapat syafa’at pada hari kiamat, dan tentunya kita perbanyak salawat. (Hery)
*Edit by ghp