Siak (Inmas) - Sebanyak 28 Bujang dan Dara Kabupaten Siak
akhirnya memasuki malam puncak grand final. Pada malam grand final ini,
masyarakat turut ikut memadati halaman pentas Siak Bermadah untuk menyaksikan
siapa yang akan terpilih nantinya.?
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Sekda Kabupaten Siak Drs.
H.Tengku Said Hamzah, M.Si, Kepala Dinas Pariwisata, Dr. H. Fauzi Asni, M.Si,
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak yang diwakili oleh Kepala Subbag
TU Drs. H. Nursya selaku pemadnu Do’a pada kegiatan tersebut, unsur Forkopimda
atau yang mewakili dan para undangan lainnya.
Dengan bertemakan "Putri Kacang
Mayang" merupakan tujuan sebagai mengenal lebih luas tentang sejarah di
Kecamatan Koto Gasib, yaitu mengusul kembali cerita lama Panglima Gimbam yang
namanya disematkan menjadi nama Kantor DPRD Kabupaten Siak.?
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Siak Dr H
fauzi Asni M.Si mengatakan, pemilihan kali ini merupakan utusan dari 14
kecamatan yang dikarantina selama 5 hari di grand royal. Kegiatan yang dimulai
sejak 23 April 2018 lalu, diberi pembekalan pengetahuan kepariwisataan dan
kebudayaan yang mampu membentuk menjadi insan di garda terdepan.?
"Menjadi cikal bakal untuk kedepan sebagai
duta bangsa di ajang Bujang dan dara,yang tidak terpilih jangan berkecil
hati,namun tetaplah berkontribusi untuk membangun negeri ini," kata
Fauzi.?
?
Dalam sambutan Sekretaris Daerah Kabupaten Siak
Drs.H.Tengku Said Hamzah mengatakan, setiap bujang dan dara Kabupaten Siak,
memiliki tanggung jawab khusus sebagai duta daerah dalam membangun citra
pariwisata.Â
Seorang duta wisata yang baik, harus menjiwai
nilai-nilai budi pekerti, kepribadian yang baik, serta memiliki wawasan,
sikap, serta rasa nasionalisme yang tinggi. Terlebih menjadi seorang duta
Negeri Siak, harus mencerminkan sikap sebagai bagian dari masyarakat melayu
Siak. Hal tersebut sesuai dengan tagline negeri Siak, yakni Siak Melayu yang
sesungguhnya.Â
"Sebagai duta wisata, bujang dara tentu
menjadi garda terdepan dalam memajukan Dunia Kepariwisataan daerah ini.
Sebagaimana telah disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata tadi, bahwa yang
keluar sebagai finalis terbaik pada ajang pemilihan malam ini, akan mewakili
Kabupaten Siak membawa nama baik daerah di iven sejenis tingkat Provinsi
Riau.oleh karena itu saya berharap adik-adik para finalis bujang dan dara
Kabupaten Siak kiranya memperdalam ilmu yang didapat, dan membekali diri dengan
wawasan seputar budaya dan pariwisata daerah menuju pemilihan grand finalis
bujang dara Provinsi Riau mendatang",kata Tengku Said Hamzah.?
?
Beliau juga mengharapkan? kepada Bujang dan Dara
para runner up dan para finalis lain yang masih belum beruntung,tidak lekas
patah semangat.menurut beliau,?Bujang dan dara yang tidak terpilih? juga punya
kesempatan nantinya untuk membantu pemerintah menjadi Tour Guide dan hal-hal
lainnya menyangkut promosi pariwisata daerah. Karena Bujang dan Dara adalah
sejatinya para duta-duta pariwisata itu, yang ditempa melalui proses karantina
pemilihan bujang dan dara",pungkasnya.
Diakhir acara terpilih sebagai Bujang dan Dara Siak tahun 2018 adalah Bujang Sungai Apit Fran habibilah hadi dan Dara KandisÂ
Tania Safera.. Sekretaris Daerah Kabupaten Siak Drs H T.Said
Hamzah bersama istri Ibuk Rahima Wati Hamzahberkesempatan untuk memasangkan tanjak serta
mahkota kepada pemenang Bujang dan Dara tahun 2018.