0 menit baca 0 %

Kasubbag Ortapeg : Aplikasi SIEKA Acuan Pemberian Tukin ASN Kemenag Riau

Ringkasan: Riau (Inmas) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau melalui Sub Bagian Tata Usaha memberlakukan SIEKA setelah melakukan Sosialisasi Sistem Informasi Elektronik Kinerja ASN Kementerian Agama (SIEKA) pada masing bidang, Pembimas dan Subbag.  Sistem ini dibuat untuk memandu kita.

Riau (Inmas) – Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau melalui Sub Bagian Tata Usaha memberlakukan SIEKA setelah melakukan Sosialisasi Sistem Informasi Elektronik Kinerja ASN Kementerian Agama (SIEKA) pada masing bidang, Pembimas dan Subbag.

 “Sistem ini dibuat untuk memandu kita. Aplikasi berbasis elektronik seperti ini harus dikembangkan agar pelayanan terhadap masyarakat lebih cepat, tepat, efektif dan efisien”, ungkap Kasubbag Ortapeg Drs H Edi Tasman MSi di ruang kerja Subbag P&K, Senin (07/01) petang pukul 15.30 WIB.

Menurut Edi SiEKA salah satu aplikasi yang bisa dimonitoring mulai tingkat pusat sampai daerah. 

“Dengan ini jelas yang bekerja siapa  dan kerja apa  pada hari apa. Pegawai tidak bisa main-main lagi di kantor”, imbuhnya.

Terkait dengan aplikasi ini, Edi menekankan agar seluruh ASN dapat segera menerapkan dan mengimplementasikan penggunaan Aplikasi SIEKA sesuai dengan kinerja harian, tugas pokok dan fungsinya masing-masing.

Karena apa yang dikerjakan oleh seluruh ASN setiap hari, nantinya akan diinput ke dalam aplikasi SIEKA dan dikontrol langsung oleh atasannya, kata Edi.

Dengan SIEKA akan terlihat pencapaian  kinerja pegawai secara transparan."Terukur kinerja pegawai itu apa. Terlebih lagi ini sangat terkait dengan pencairan tukin", lanjutnya lagi.

“Dengan tunjangan yang diterima perbulan tergantung kinerja apa, kalau kerjanya tidak ada tunjangannya tidak diberikan. Endingnya siapa yg tidak membiat sieka tentu tidak mendapatkan tukin”, tegas Edi.

Ia mengajak seluruh pegawai dilingkungan Kemenag Riau untuk mentaati segala aturan yang ada.”Jadilah ASN yg baik taat aturan. Jangan lagi kita sering bolos”, pesannya.

Masalah capaian Kinerja ada 2 dalam rangka meningkatkan kualitas kinerja kepegawaian di bidang Administrasi dan anggaran. Keduanya harus bagus dan berjalan seimbang, lanjutnya.

Pada kesempatan itu Edi mengulas terkait sasaran capaian kinerja Triwulan II Tahun 2019.

Sedikitnya ada lima sasaran yang ingin dicapai antara lain, Meningkatnya kualitas kehidupan umat beragama, meningkatnya harmoni sosial kehidupan umat beragama, meningkatnya kualitas pelayanan keagamaan, meningkatnya akses layanan pendidikan dan meningkat nya mutu pendidikan agama dan keagamaan.

Dapat diketahui dari indikator kinerja yang ada capaian kinerja Tri Wulan II Tahun 2019 baru mencapai 48 persen dimana layanan pendidikan dengan indikator APK MA/ Ulya/Utama Widya Pasraman di posisi terendah hanya 23 persen.

Sedangkan yang tertinggi pada pelayanan keagamaan dimana sebagai indikator Jumlah penghulu yang memenuhi kompetensi mencapai 100%.(vera)