0 menit baca 0 %

Kasubbag Hukum KUB : Ustadz, Muballigh, Da i Kamtibmas Harus Perdalam Wawasan dan Kritis Terhadap Informasi

Ringkasan: Riau (Inmas) -  Kasubbag Hukum dan KUB Anasri Nurdin MA memandang masyarakat Indonesia masih rentan dan belum bisa memilah secara jelas nilai keagamaan yang benar dan yang disalahgunakan.Situasi itu membuka celah peningkatan kejahatan terorisme, sehingga perlu bagi seluruh elemen masyarakat melakuka...

Riau (Inmas) -  Kasubbag Hukum dan KUB Anasri Nurdin MA memandang masyarakat Indonesia masih rentan dan belum bisa memilah secara jelas nilai keagamaan yang benar dan yang disalahgunakan.

Situasi itu membuka celah peningkatan kejahatan terorisme, sehingga perlu bagi seluruh elemen masyarakat melakukan kontra radikalisme, intoleransi dan anti hoax.

"Kondisi kebangsaan kita sangat rentan disusupi kelompok teroris maupun paham yang diduga memiliki tendensi radikal secara masif dan sistemik. Ini harus di perkuat jangan sampai rentan," kata Anasri saat ditemui diruang kerjanya Rabu (13/03).

Anasri meyakini bila ketiga pilar yakni Ustadz, Muballigh dan Da'i Kamtibmas ini optimal melakukan perannya masing masing ditengah masyarakat, maka paham radikal, intoleransi dan anti hoax setidaknya bisa diminimalisir secara bertahap. Ia menilai hal itu bisa diwujudkan dengan menanamkan dan menerapkan dua nilai ukhuwah insaniyah dan ukhuwah wathoniyah (kebangsaan), sebutnya.

Hal ini perlu dibangun, sebangsa ini penting ditanamkan, kalau aqidah yang kita tanamkan pasti akan sering tolak menolak karena beda pemahaman ujarnya.

Ia mengatakan MoU Kemenag- Polda Riau itu bertujuan untuk bekerja sama mencegah tangkal berkembangnya paham radikalisme, intoleransi dan anti hoax. Pada gilirannya untuk mewujudkan keamanan yang kondusif, dan ketertiban masyarakat di NKRI khusus nya Provinsi Riau.

Pada kesempatan itu, Anasri selaku Kasubbag Hukum dan KUB mengajak para Ustadz, Mubaligh dan Da i Kamtibmas bisa berperan strategis, melawan wabah radikalisme, intoleransi dan Anti hoax dengan mencari sumber dan rujukan yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah. 

Disisi lain, Ia juga menekankan pentingnya merangkul masyarakat dengan materi  dakwah yang bermuatan kesejukan, nilai toleransi, kasih sayang dan kelembutan. Sehingga hal ini bisa melawan penafsiran negatif atas doktrin agama yang disalahgunakan oleh segelintir kelompok kelompok yang mengeksklusifkan diri.

Misal konsep jihad, dipahami berperang mengangkat senjata, memerangi kaum kafir dengan sebutan kafir. Dan kaum kafir disini dimaknai non muslim, ini kan keliru, dalam Alquran sudah dijelaskan bagaimana berdakwah tanpa caci maki dan penuh hikmah terlebih lagi dalam kondisi kritis seperti sekarang. Jadilah pelita dikala gelap dan jadilah penyejuk dikala panas terangnya. Mengedepankan suasana kondusif dengan menghilangkan ego pribadi urgen, sekali saja terpancing soal agama untuk menyelesaikannya berat tukas Anasri.

Oleh karenanya, Ia berharap penguatan fungsi ustadz, mubaligh dan Da i ditengah masyarakat bisa membuat bangsa ini tidak terperosok jauh pada konflik sektarian dan paham keagamaan yang radikal. (vera)