0 menit baca 0 %

Kasubbag Hukum dan KUB : Ini Alasan Kenapa Kemenag memilih wanita sebagai Tokoh Penebar kerukunan

Ringkasan: Inmas (Riau)- Kementerian agama kembali menggencarkan kampanye kerukunan antar umat beragama. Dalam hal ini dipilih wanita sebagai pelopornya. Anasri Nurdin, Mpd Saat ditemui pada acara Kampanye Hidup Rukun di Ruangan Publik di Hotel Dafam Pekanbaru, Selasa (26/02) malam mengutarakan bahwa sesungguh...

Inmas (Riau)- Kementerian agama kembali menggencarkan kampanye kerukunan antar umat beragama. Dalam hal ini dipilih wanita sebagai pelopornya. Anasri Nurdin, Mpd Saat ditemui pada acara Kampanye Hidup Rukun di Ruangan Publik di Hotel Dafam Pekanbaru, Selasa (26/02) malam mengutarakan bahwa sesungguhnya kerukunan sekarang ini menjadi isu terbesar  sehingga menurut  kementerian agama diletakkan pada strategi pertama dan utama.

Menurut Anasri untuk mensosialisasikaannya, tokoh wanita dipilih karena terutama wanita memiliki peran besar atas komunitas-komunitasnya. Selain itu wanita lebih menyentuh di segala bidang, Mulai dari lingkungan keluarga bagaimana dari keluarga-keluarga itu ketika ada komunitas wanita tentu akan lebih efektif tersebarkan nilai-nilai kerukunan. 

Di sisi lain, wanita juga punya  cara khas untuk menyampaikan bagaimana hdp rukun. Wanita biasanya Lebih menyejukkan, karena lebih mengutamakan nilai-nilai kerohaniannya, itulah sebagai modal yg memang sudah didimilikinya.

Selain itu modal ketenangan  serta kedewasaan wanita  dipilih menjadi tokoh Penebar kerukunan justru akan mengagungkan derajat wanita.

Sebaliknya kalau wanita memancing ketidakrukunan, lanjutnya maka akan berdampak buruk bagi kehidupan berbangsa. Oleh karena itu pula wanita diharapkan sebagai pioner dan tokoh sentral dalam kerukunan. “Kerukunan tanpa wanita bagaikan negara tanpa ideologi,” ujarnya.

Meskipun secara struktur, komunitas ini informal tapi kekuatannya luar biasa, sebutnya. “Karena wanita dapat mempengaruhi para pimpinan-pimpinan.

“Wanita  Sebagai seorang ibu dapat mempengaruhi anaknya, sedangkan sebagai istri dapat mempengaruhi suaminya untuk  menjaga kerukunan, Jadi efek domino inilah yang akan didapatkan dari pemberdayaan kaum ibu-ibu ini”, ucapnya menutup bincang.(vera/faj)