Kasubbag Hukmas se Indonesia Lesson Learned ke Kanwil Sumsel
Ringkasan:
Palembang- Kasubbag Hukmas dan KUB Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) se Indonesia beserta pengelola website Lesson Learned atau studi banding ke Kanwil Kemenag Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Palembang, Senin (17/9). Kanwil Kemenag Palembang merupakan terbaik I pengelola Website Kanwil Kemenag s...
Palembang- Kasubbag Hukmas dan KUB Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) se Indonesia beserta pengelola website Lesson Learned atau studi banding ke Kanwil Kemenag Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Palembang, Senin (17/9). Kanwil Kemenag Palembang merupakan terbaik I pengelola Website Kanwil Kemenag se Indonesia tahun 2011.
Acara studi banding dibuka oleh Kepala Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat (Pinmas) Kemenag RI, Drs H Zubaidi, M.Ed di Aula Kanwil Kemenag Sumsel, Senin (17/9). Hadir dalam acara pembukaan tersenit, Kepala Bidang (Kabid) Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Pinmas Kemenag RI H Ahmad Ghufron S.Kom, MM, Kakanwil Kemenag Sumsel Drs H Najib Haitami MM, Kabag TU Drs HM Ridwan MM, para kepala bidang, Kasubbag dan peserta studi banding dari 25 Provinsi di Indonesia.
Kepala Pinmas, Zubaidi dalam arahannya menjelaskan, Lesson Learned tersebut sangat pending dalam rangka membuktikan apakah Sumatera Selatan benar- benar sanggup mengelola website. Karena jika hanya dilihat di permukaan, tidak akan terlihat apa yang terjadi di belakang layar.
"Dalam pengelolaan website banyak pihak yang terlibat, sehalnya proses pembuatan film ada banyak tim yang terlibat, seperti layout, pencahayaan, editor, dan sebagainya. Untuk itu harus diketahui faktor- faktor di belakangannya untuk dijadikan acuan bagi pengelola website lainnya," jelasnya.
Menurutnya, jadi tuan rumah dengan status pengelola website terbaik nasional tidaklah mudah. Karena melalui uji pembuktian. Kalau dulu Pinmas yang memberi nilai, sekarang para Kasubbag dari seluruh Indonesia yang akan melakukan penilaian langsung.
Zubaidi menambahkan, TIK saat ini buka lagi sekadar pendukung dan pelengkap, namun sudah jadi rukun tata kelola suatu pemerintahan. Mulai dari pemberian informasi kepada masyarakat, surat menyurat, layanan pengadaan barang dan jasa, sampai penerimaan CPNS sudah harus menggunakan TIK. Untuk itu setelah dilaksanakannya lesson learned akan ada perubahan atau aksi dari Kasubbag dan Pengelola Wes se Indonesia.
Sementara itu, Kabid TIK Ahmad Ghufron berharap, para peserta dapat memanfaatkan momen studi banding ini untuk belajar lebih banyak. Menurut Ghufron, Kanwil Kemenag Sumsel jadi pilihan tepat bagi provinsi lain untuk belajar mengenai pengelolaan website secara maksimal.
"Penting dipelajari bagaimana kiat tim website Kanwil Kemenag Sumsel untuk meyakinkan pimpinan serta bagaimana dukungan pimpinan sehingga setiap program kerja tim website bisa terealisasi,†tegas Ghufron.
Kakanwil Kemenag Sumsel, Najib Haitami sendiri menuturkan, terpilihnya Kemenag Sumsel sebagai tempat studi banding memang tidak terlepas dari sukses website Kemenag Sumsel menjadi juara nasional pada 2011 lalu. Dia berharap, pertemuan ini jadi ajang berbagi ilmu antar Kanwil Kemenag se-Indonesia, utamanya dalam pemanfaatan website sebagai media informasi. “Kedatangan bapak/ibu merupakan kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami. Termasuk dalam menyajikan informasi yang dibutuhkan masyarakat,†jelas Najib.
Untuk Provinsi Sumsel saat ini semua satker di SK kan untuk pengelolaan web, dan setiap satker bertanggungjawab terhadap pengelolaan web dengan memenuhi semua keputuhan operasional web, seperti laptop, kamera dan lainnya. "Yang terpenting itu adalah komitmen pemimpin. Dan saat ini sekitar 40- 60 berita masuk setiap hari," jelasnya.
Menurut Najib, TIK memang harus dikuasai oleh instansi yang ingin maju. Kemenag Sumsel sendiri kini mencanangkan tujuh sukses program unggulan, yaitu Sukses Website, Sukses Migrasi Open Source 2012, Sukses Layanan Elektronik Humas, Sukses e-Paperless 2013, Sukses Elektronik Data 2013, Sukses Satker Connected 2013, dan Sukses Green ICT 2013. “Semoga studi banding ini memberikan hal positif bagi perkembangan media informasi di Kemenag se-Indonesia. Sehingga bisa memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang cepat, mudah, dan transparan,†tambah Najib. (mahyudin/mus)