0 menit baca 0 %

Kasi PHU Kota Pekanbaru Ajak Jamaah Pro Aktif Gali Ilmu Manasik

Ringkasan: Riau (Inmas) Kementerian Agama tahun ini menerapkan bimbingan manasik haji berdasarkan kloter (kelompok terbang) murni berbasis wilayah (Kabupaten/Kota).Kebijakan itu diharapkan dapat mempermudah dan lebih memberdayakan Kantor Urusan Agama (KUA) dalam pelaksanaan bimbingan manasik.Dengan basis wilay...

Riau (Inmas) – Kementerian Agama tahun ini menerapkan bimbingan manasik haji berdasarkan kloter (kelompok terbang) murni berbasis wilayah (Kabupaten/Kota).

Kebijakan itu diharapkan dapat mempermudah dan lebih memberdayakan Kantor Urusan Agama (KUA) dalam pelaksanaan bimbingan manasik.

Dengan basis wilayah, maka lokasi pembinaan manasik jemaah lebih dekat dengan KUA tempat tinggalnya, atau tidak lintas Kab/Kota,” ujar Kasi Penyelenggara Haji Kota Pekanbaru saat dikonfirmasi di Masjid Raya And Nur Pekanbaru, Kamis (13/06).

Dahlan mengungkapkan memang terkadang dalam satu kecamatan, jamaahnya tidak sampai 45 orang, sehingga harus bergabung dengan jamaah lain dalam bimbingan manasik haji tersebut.

Adapun beberapa kecamatan yg bergabung jadi satu lokasi, seperti rumbai dan pesisir jadi satu. Begitu juga Kecamatan Senapelan dan suka jadi. 

Sedangkan bagi kecamatan yg jamaahnya banyak, maka bisa manasik sendiri-sendiri seperti Marpoyan damai, tampan, tenayan, payung sekaki. Bukit raya, sebutnya.

Kemudian, Bagi Jamaah di suatu kecamatan yang melebihi quota, sambungnya, maka digabung untuk memudahkan mobilisasi massa agar tidak mubazir tempat. 

Ditambahkannya untuk Nara sumber pada pelaksanaan bimbingan di kecamatan  nanti, pihaknya mengaku telah menunjuk yang berkompeten dibidangnya seperti ustadz / muballig yg sudah berpengalaman.

Kecuali materi khusus tentang kesehatan, maka narasumbernya  dari dinas kesehatan untuk membekali jamaah.

Lebih lanjut Ia meminta jamaah itu pro aktif mencari informasi tentang  apapun termasuk masalah lokasi ini. Mengingat ada jamaah dari luar yg mutasi pindah rumah.

“Jadi dimana jamaah tinggal pro aktif menghubungi KUA setempat dimana jamaah tinggal”, pesannya. 

Dahlan mengaku juga sudah menyebarkan informasi melalui karo Pekanbaru 

“Kalau mereka bergabung dengan KBIH dan KBIH pun sudah kami beritahu”, jelasnya.

“ Yang tidak tergabung dengan KBIH bisa mencari info ke kemenag kota atau KUA, yang sudah fix kloter di pekanbaru tergabung dalam kloter 2 dan 4 serta 5 sebagai kloter penuh.

Sementara itu Kloter 6 dan 20 tahap 3 yang masih tarik ulur tinggal menyusul visa dari jakarta. Begitu pula untuk petugasnya sudah ok, Alhamdulillah tidak ada masalah, ujarnya.

Ia menilai perubahan Ini terlambat karena ada ketentuan zonasi dari dirjen haji. Sebelumnya Berdasarkan data lama, tapi ternyata tidak dipakai. 

“Makanya, Untuk persiapan pemberangkatan lebih maksimal, insya Allah nanti sore akan ada rapat di kantor walikota untuk membahas tekhnis pemberangkatan jamaah ini”, ungkapnya.(vera)