0 menit baca 0 %

Kasi PHU Kemenag Rohil : JCH Jangan Bebani Diri dengan Mitos- Mitos

Ringkasan: Rokan Hilir (inmas) Sebagaimana telah diberitakan kemarin, Rabu 28 Februari 2018, bertempat di gedung sekretariat IPHI Kec. Bagan Sinembah, bahwa jamaah calon haji (JCH) dari 3 kecamatan, Kecamatan Bagan Sinembah , Bagan Sinembah Raya dan Balai Jaya berjumlah 77 orang menyelenggarakan bimbingan mana...

Rokan Hilir (inmas) – Sebagaimana telah diberitakan kemarin, Rabu 28 Februari 2018, bertempat di gedung sekretariat IPHI Kec. Bagan Sinembah, bahwa jamaah calon haji (JCH) dari 3 kecamatan, Kecamatan Bagan Sinembah , Bagan Sinembah Raya dan Balai Jaya berjumlah 77 orang menyelenggarakan bimbingan manasik haji mandiri yang dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Rokan Hilir H. Agustiar.

Usai pembukaan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) H. Hasbullah, S.Ag. Materi yang disampaikan seputar proses administrasi haji, BPJS dan mitos-mitos yang merebak ditengah masyarakat.

H. Hasbullah menjelaskan, bahwa beberapa minggu lalu JCH telah melaksanakan medical check up (MCU) di Rumah Sakit Umum Bagansiapiapi. Saat menanyakan kepada JCH peserta bimbingan manasik, semua telah memgikutinya. “MCU yang telah ibu bapak lalui, hasilnya akan menjadi rekomendasi dari Dinas Kesehatan Rokan Hilir bagi kami, apakah ibu bapak bisa berangkat atau tidak,” jelasnya.

Lanjut Kasi PHU, selain MCU JCH juga dipersilakan untuk menjadi peserta BPJS kesehatan. Fungsinya untuk jaga jaga terkait kesehatan JCH saat berada di tanah air, baik sebelum berangkat maupun sesudah pulang dari tanah suci. “BPJS yang ibu bapak urus itu hanya berlaku untuk di tanah air,” tegasnya.

Selanjutnya H. Hasbullah mengingatkan agar memperaiapkan pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH). “Edarannya belum kami terima, namun saya yakin tidak berapa lama lagi,” jelasnya.

Sementara soal mitos-mitos yang ada ditengah masyarakat terkait soal haji, H. Hasbullah menegaskan kepada peserta bimbingan manasik agar tidak menjadi benan mental dan pikiran. “ada yang mengatakan kalau kita pernah melakukan satu kesalahan sewaktu belum berangkat, nanti di sana akan begini-begini. Itu jangan jadi pikiran. Kalau jadi pikiran bisa-bisa nggak jadi berangkat. Justru kita naik haji itu mau bertaubat, insaf, mohon ampunan Allaah,” ungkapnya.

“Misalnya, di Makkah nanti kita kehilangan sandal, jangan dihubungkan dengan perbuatan kita yang begini begitu. Sebab soal kehilangan sandal bukan hanya di Makkah di tanah air pun itu biasa,” gurau Kasi yang akrab dipanggil H. Ibul.

Usai penyampaian materi manasik oleh Kasi PHU tepat pukul 12.00 WIB acara ditutup oleh Kepala KUA Kec. Bagan Sinembah H. Mukhlish, S.Ag. (Nsh)