Dumai (Inmas) – Bertempat di Gedung Balai Diklat Pertamina RU II Dumai, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Dumai diwakili oleh Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh Drs.H.Zakaria,M.Pd.I menghadiri acara Mudzakarah Dai’ pada minggu pagi (29/05) pukul 09.00 WIB dengan tema “Ciptakan tabligh yang menggugah dan dakwah yang mengubah”.
Hadir pada acara tersebut, Walikota Dumai diwakili Kabag Kesra Setda Kota Dumai H.Asnam,M.Si., Ketua MUI Kota Dumai Lukman Syrarif, Ketua Persatuan Mubaligh Dumai (PMD) Drs.H.Asy’ari, Tokoh masyrakat H.Ahmadi, para pengurus PMD, dan para mubaligh yang berjumlah sekitar 250 orang. Dalam acara ini mendatangkan Prof.Dr.Khairunnas Rajab,M.Ag yang merupakan Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Suska Pekanbaru.
Ketua Persatuan Mubaligh Dumai (PMD) Drs.H.Asy’ari dalam sambutannya mengatakan ini merupakan program kerja tahunan. Tujuan kegiatan yang kita laksanakan ini yaitu diharapkan para peserta memiliki kompetensi baik substantif maupun metodologis dalam upaya tabligh yang menggugah dan dakwah yang mengubah menuju masyarakat Dumai memiliki kejernihan hati, terdidik dan berbudi sesuai tema ramadhan tahun ini.
Beliau mengatakan Peserta berjumlah 250 orang ini terdiri dari 15 orang (Persatuan Mubaligh Dumai) PMD Kecamatan Sungai Sembilan, 15 orang Kecamatan Bukit Kapur, 15 orang Kecamatan Medang Kampai, dan 205 orang tergabung dalam PMD Kota terdiri dari Kecamatan Dumai Timur, Dumai Barat, Dumai Selatan, dan Dumai Kota.
Selanjutnya pada kesempatan itu, Kakan Kemenag Dumai diwakili oleh Kasi PHU H.Zakaria mengatakan Dumai merupakan pintu gerbang masuknya budaya asing. Kota Dumai juga merupakan pintu gerbang Provinsi Riau yang terletak di pesisir pulau sumatera dan sangat dekat dengan negara-negara tetangga, sehingga maraknya peredaran narkoba, pergaulan bebas, pemerkosaan, bahkan masuknya aliran radikal dan sesat. Dengan acara ini kita berharap supaya para mubaligh untuk dapat menangkis budaya asing yang masuk ke Kota Dumai.
“Mengingat pembangunan bidang agama tidak hanya Kementerian Agama saja, tetapi bantuan dari mubaligh juga. Ini merupakan tugas kita semua khususnya para mubaligh, Tanpa ada mubaligh, dakwah itu tidak akan berjalan,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Walikota Dumai diwakili oleh Kabag Kesra H.Asnam sangat apresiasi atas kegiatan ini. Beliau mengatakan di Indonesia ini banyak paham-paham dan aliran yang telah masuk khususnya di Kota Dumai diantaranya aliran sesat dan radikal. Untuk itu, optimalkan kegiatan dakwah untuk para mubaligh. Saat ini anak-anak dan remaja sedang tumbuh dan berkembang di tengah arus globalisasi dan liberalisasi yang dengan deras masuk dan mempengaruhi pemikiran para generasi muda melalui berbagai penjuru.
“Dengan demikian, dengan terus meningkatkan dan mengajarkan nilai-nilai agama, diharapkan para mubaligh akan mampu menjadi salah satu benteng untuk memfilter masuknya beberapa pemahaman yang bertentangan dengan nilai dan norma agama maupun sosial yang ada di Indonesia, ungkap H.Asnam yang merupakan Kabag Kesra Setda Kota Dumai ini.(jaka)