Rokan Hilir (Inmas)- Peserta Diklat sejumlah 30 orang sampai pada hari ke- 4 masih terlihat bersemangat mengikuti materi-materi yang dismpaikan oleh para narasumber di acara Diklat Teknis Substantif Peningkatan Kompetensi Penyusunan Bahan Ajar dilingkungan Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hilir.
Saat ini senin 25/4, sedang berlangsung penyampaian materi “Arah Kebijakan Dan Strategi Pendidikan Islam” oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hilir Drs. H. Naini. Dalam penyampaian materinya, Drs. H. Naini mengatakan bahwa arah kebijkan pendidikan islam mengacu pada arah kebijakan Kementerian Agama Bidang Pendidikan 2015-2019 adalah sebagai berikut :
- Meningkatkan akses dan mutu pendidikan anak usia dini (PAUD)
- Meningkatkan akses dan mutu pendidikan dasar dan menengah (wajib belajar 12 tahun)
- Meningkatkan akses, mutu dan relevansi pendidikan tinggi keagamaan
- Meningkatkan layanan pendidikan keagamaan yang berkualitas
- Meningkatkan kualitas pendidikan agama pada satuan pendidikan umum untuk memperkuat pemahaman dan pengamalan untuk membina akhlak mulia dan budi pekerti luhur
- Meningkatkan tata kelola pendidikan agama
Selanjutnya H. Naini menjelaskan bahwa berdasarkan arah kebijakan maka strategi pendidikan islam pada lingkup Direktorat Pendidikan Islam dilaksanakan melalui 5 kegiatan prioritas, yaitu :
- Peningkatan mutu dan relevansi pendidikan agama Islam
- Peningkatan akses, mutu, relevansi dan daya saing pendidikan Islam
- Peningkatan akses, mutu dan relevansi madrasah
- Peningkatan akses, mutu, relevansi dan daya saing Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI)
- Dukungan manajemen pendidikan dan pelayanan tugas teknis lainnya pendidikan Islam
Diakhir penyampaian materinya H. Naini tidak bosan-bosan mengingatkan kepada peserta diklat yang seluruhnya guru “agar memiliki dan memahami kompetensi guru yakni kompetensi Pedagogik, kompetensi Kepribadian, kompetensi Profesional dan kompetensi Sosial. Tanpa penguasaan ke- empat kompetensi tersebut, seorang guru tidak akan mencapai tujuan pembelajaran.” tegas H. Naini. (Nsh)