0 menit baca 0 %

Kasi Penmad Kemenag Rohil pinmpin rapat kedua persiapan wisuda RA se Kab. Rohil tahun 2019

Ringkasan: Rokan Hilir ( Inmas)- Kepala RA dan guru dari Kecamatan Bangko, Kubu, Pekaitan dan Batu Hampar berkumpul di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hilir lantai dua menindaklanjuti rapat yang sudah dilakukan minggu lalu dalam rangka pelaksanaan wisuda RA tahun 2019, Senin (4/3/2019).Rapat dipi...

Rokan Hilir ( Inmas)- Kepala RA dan guru dari Kecamatan Bangko, Kubu, Pekaitan dan Batu Hampar berkumpul di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hilir lantai dua menindaklanjuti rapat yang sudah dilakukan minggu lalu dalam rangka pelaksanaan wisuda RA tahun 2019, Senin (4/3/2019).

Rapat dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Drs. H. Naini, selaku penanggungjawab acara. Mengawali rapatnya beliau mengatakan, saya yakin dan percaya tidak ada perbedaan antara guru RA di Kecamatan Bangko dan sekitarnya dengan guru-guru RA di Kecamatan Bagan Sinembah dan sekitarnya yang penting kita ada semangat, mau bekerja keras, dapat dukungan dari orang rumah, yang ibu-ibu dukungan dari suami dan Bapak-bapak dukungan dari istri, itu jadi. 

Yang kedua Kita bisa belajar dari 2 pelaksanaan wisuda era sebelumnya. Bahkan kalau kita bandingkan mungkin ini termasuk yang agak berat. Kenapa...? karena kita tidak punya tempat yang bisa menampung masa sampai dua ribuan, kalau di Bagan Batu ada hotel yang besar. Kalau di sini, itu saja yang saya lihat titik lemahnya dan itu tentu bisa kita atasi dengan bekerja sama dengan pihak ketiga untuk penyedia fasilitas di tanah lapang.

Pertama masalah panitia, strukturnya dari atas itu buat penanggung jawab, penanggung jawab Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hilir. Kemudian penanggung jawab yang kedua Kepala Seksi Pendidikan Madrasah. Kemudian pengarah, disini ada beberapa pengarah. Pengarah 1 Ketua Ikatan Guru Raudlatul Athfal (IGRA) Kabupaten, Pengarah 2 Ketua K3RA dan Pengarah 3 ketua KKRA.

“itulah jajaran kepanitiaan dari atas Penanggungjawab bertugas mempertanggungjawabkan seluruh agenda kegiatan, mulai dari awal hingga akhir, sedangkan pengarah orang yang dijadikan rujukan teknis suksesnya kegiatan,” jelas H. Kasi Penmad.

Lanjut H. Nai, Pada rapat yang lalu telah disepakati Panitia Inti 5 orang. “perlu di tambah enggak...?” tanya H. Nai. “cukup” jawab peserta rapat. Lalu H. Nai menanyakan susunan seksi seksi dan minta untuk dibacakan. Yang harus diantisipasi pada Seksi konsumsi. “jangan sampai satu tidak kebagian ributnya seperti ayam habis bertelur, maka paling tidak seksi konsumsi harus dibagi menjadi 4 zona, 1 zona minimal 4 atau 5 orang” ungkapnya.

Selanjutnya seksi acara, orang yang mengkondisikan acara dari pembacaan Alquran, sambutannya siapa, dll sampai penutupan. Kemudian seksi tamu, yang menyambut dan mengatur tempat duduk tamu agar terarah.

Balik lagi soal konsumsi, H. Naini mengingatkan soal konsumsi ada kerawanan disini. Karena kalau terlalu jauh jaraknya dengan acara, maka akan mudah basi, apalagi didalamnya ada sayuran, maka jangan terlalu jauh. Dan kalau bisa tempat masaknya dibagi bagi, jangan satu orang, nanti kewalahan.

RA kita berjumlah 121, tapi pengalaman setiap acara yang hadir berkisar antara 80/90 RA yang ikut. Wisuda tahun pertama 90an yang kedua 80 RA. Cuman mengapa peserta kita sampai seribuan, karena Bagan Sinembah hampir semua mengikutkan anak didiknya. Jika yang hadir 80an RA dan gambaran masing masing mengirim 5 atau 6, sekitar 400an, maka kita buat aturan seperti tahun kemarin, RA selain Kecamatan, Bangko, Kubu, Pekaitan, dan Batu Hampar kita tetapkan 10 perwakilan atau 10 orang dan 4 Kecamatan tersebut mengikutkan semua anak anaknya, maka akan mencapai seribuan. “kita buat batasan 10 siswa, 10 wali dan 1 orang guru pendamping,” katanya.

Sementara waktu pelaksanaan H. Naini memberi gambaran 29 April 2019 dengan catatan pendaftaran paling lambat 15 April 2019 dan tempatnya di Lapangan Purna MTQ, Kompleks Perkantoran Batu 6, Bagansiapiapi. Dan kita baru bisa bergerak setelah 15 April.

Biaya wisuda tahun ini lebih tinggi dari tahun kemarin, persoalannya pelaksanaannya di lapangan dengan membutuhkan banyak tenda, disitulah membengkaknya biaya, sementara di Bagan Sinembah cukup menyewa ruangan hotel.

Mengakhiri rapatnya H. Naini meminta kepada sekretaris untuk melaporkan susunan kepanitia dengan selengkap lengkapnya. (Nsh)