Rokan Hilir (inmas) – Jenjang SMP/MTs se Indonesia pada Rabu (14/2) yang lalu serentak mengikuti simulasi 2 Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Simulasi ini dilakukan di madrasah masing-masing dengan kelengkapan perangkat komputer, server, dan jaringan internet.
Pada hari itu juga Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hilir Drs. H. Naini, M.Pd.I mengadakan monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan UNBK didampingi oleh pengawas Madrasah Amiruddin, S.Pd.I, M.Pd di 3 MTs.
Adapun jumlah MTs se Kabupaten Rokan Hilir yang akan menyelenggarakan UNBK TP. 2017/2018 sebanyak 3 MTs; MTs. As-Syakirin Kec. Bangko Pusako yang dikepalai Mufti Mendopa, S.Pd.I dengan jumlah peserta UNBK 183 siswa, MTs. Balam Sempurna Kec. Balai Jaya, Kepala Marganti jumlah peserta 42 siswa dan MTs. Nurul Islam Kec. Balai Jaya Kepala Metika dengan jumlah peserta 37 siswa.
Kasi Penmad mengatakan, jumlah tersebut memang hanya 4 persen dari jumlah MTS keseluruhan, yaitu 73 MTs se Kab. Rokan Hilir. “Sebagian besar MTs memang masih belum siap dalam menyediakan sarpras karena keterbatasan anggaran dan juga kami tidak mewajibkan untuk mengikuti UNBK,” kata H. Naini.
Sesuai rute perjalanan, Kasi Penmad Mengawali monev di MTs As-Syakirin. Karena pesertanya baanyak simulasi 2 MTs As-Syakirin menggunakan 2 ruang, 2 server dan 3 sesi. Selanjutnya MTs Nurul Islam 1 ruang, 1 server dan 2 sesi dan monev terakhir di MTs Balam Sempurna dengan 2 ruang, 2 server dan 2 sesi.
Pada kesempatan itu juga Kasi Penmad mengatakan, UNBK ini diharapkan mampu menunjukkan integritas peserta didik tingkat menengah pertama terhadap penguasaan materi pelajaran. “Variasi soal ujian yang berbeda untuk setiap peserta didik, mengharuskan siswa menjawab pertanyaan secara mandiri, tanpa harus saling memberitahu,” pungkasnya. (Nsh)