Pekanbaru (Inmas), Dalam
rangka persiapan UNBK Tahun 2019, Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kota
Pekanbaru, Drs. H. Dahlan Jamil, MA meninjau langsung lokasi Pelaksanaan
simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer di MAN 1 Pekanbaru beberapa hari yang
lalu.Disana beliau didampingi oleh Wakil Kepala Bidang Kurikulum MAN 1
Pekanbaru, Irwan Efendi, M.Pd. Selasa (12/03).
Ujian Nasional Berbasis
Komputer (UNBK) disebut juga Computer Based Test (CBT) adalah sistem
pelaksanaan ujian nasional dengan menggunakan komputer sebagai media ujiannya.
Dalam pelaksanaannya, UNBK berbeda dengan sistem ujian nasional berbasis kertas
atau Paper Based Test (PBT) yang selama ini sudah berjalan.
Penyelenggaraan UNBK pertama
kali dilaksanakan pada tahun 2014 secara online dan terbatas di SMP Indonesia
Singapura dan SMP Indonesia Kuala Lumpur (SIKL). Hasil penyelenggaraan UNBK
pada kedua sekolah tersebut cukup menggembirakan dan semakin mendorong untuk
meningkatkan literasi siswa terhadap TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Selanjutnya secara bertahap pada tahun 2015 mengikutsertakan sebanyak 556
sekolah di 29 Provinsi dan Luar Negeri. Pada tahun 2016Â mengikutsertakan sebanyak 4382 sekolah tahun
2017 melonjak tajam menjadi 30.577 sekolah. Meningkatnya jumlah sekolah UNBK
pada tahun 2019 ini seiring dengan kebijakan resources sharing yang dikeluarkan oleh Kemendikbud yaitu
memperkenankan sekolah yang sarana komputernya masih terbatas melaksanakan UNBK
di sekolah lain yang sarana komputernya sudah memadai. Papar Dahlan (Idris/ Bustamar)