Bengkalis
(Inmas) – Tim Monitoring dari Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD
Pontren) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis melaksanakan monitoring
pelaksanaan Ujian Akhir Madrasah Diniyah Takmiliyah Awwaliyah (UAMDTA) tahun
ajaran 2018/2019 di Kecamatan Bengkalis, Bantan, Bukit Batu, Siak Kecil, Rupat,
Mandau dan Pinggir, pada Senin-Kamis (08-11/04/2019).
Tim
monitoring Ujian Akhir MDTA terdiri dari Kepala Seksi PD Pontren Kemenag
Bengkalis Drs H Abdul Hamid melaksanakan monitoring ke MDTA di Kecamatan
Bantan, Mandau dan Bukit Batu, sementara itu Risma dan Siti Aryani mendapat
tugas monitoring ke MDTA di Kecamatan Bengkalis dan Rupat, sedangkan Swanpri
ditugaskan di Kecamatan Siak Kecil dan Pinggir.
Sementara
itu, Kasi PD Pontren sewaktu dihubungi tim Inmas di tempat kerjanya, menyampaikan
tujuan monitoring tersebut untuk memantau secara langsung prosesi pelaksanaan ujian
mulai dari ketersediaan sarana dan prasarana ujian, pengawas serta kelengkapan
lainnya yang menunjang kelancaran dalam pelaksanaan ujian akhir tersebut.
Dari
hasil pemantauan tim monitoring di beberapa MDTA yang dikunjungi, terpantau pelaksanaan
ujian akhir MDTA berjalan lancar, aman, tertib dan sukses. Hal ini tentunya
tidak terlepas dari koordinasi dan kerja sama yang telah dilakukan Kantor
Kemenag Bengkalis khususnya seksi PD Pontren dengan Kelompok Kerja Guru (KKG)
MDTA se Kabupaten Bengkalis yang selalu berperan aktif untuk menyukseskan pelaksanaan
UAMDTA tersebut” ungkap Kasi PD Pontren.
Selanjutnya
Kasi PD Pontren menyampaikan UAMDTA di lingkungan Kemenag Bengkalis tahun ini
diikuti oleh 5.068 santri, dengan rincian peserta ujian dari Kecamatan
Bengkalis sebanyak 1.037 santri, Bantan 424 santri, Bukit Batu 467 santri dan Siak
Kecil 295 santri. Selanjutnya, dari Kecamatan Rupat sebanyak 335 santri, Rupat
Utara 60 santri, Mandau 2.117 santri dan Pinggir sebanyak 333 santri. UAMDTA
ini dilaksanakan selama 4 hari, mulai dari tanggal 8 s.d 11 April 2019, dengan
tujuh mata pelajaran yakni Al Quran, Hadits, Akidah, Akhlak, Sejarah Kebudayaan
Islam, Bahasa Arab dan Fikih. Alhamdulillah UAMDTA tahun ini dapat dilaksanakan
secara serentak se Provinsi Riau.
Madrasah
Diniyah Takmiliyah Awwaliyah (MDTA) merupakan salah satu lembaga yang sangat
penting untuk mewujudkan pendidikan berkarakter bagi anak serta memberikan
pendidikan agama kepada anak yang lebih intensif, dan hal ini tentu saja akan
menambah khazanah ilmu pengetahuan bagi anak.
Di kesempatan yang lain,
Kasi PD Pontren menyampaikan spiritualitas generasi saat ini yang sudah semakin
memprihatinkan, menjadikan lembaga MDTA ini sebagai suatu keniscayaan yang
harus mendapat dukungan dari kalangan masyarakat maupun pemerintah. UAMDTA ini
sebagai bagian ukuran kelulusan santri yang harus tetap dilaksanakan pada setiap
tahun, dan kualitasnya akan terus ditingkatkan, demikian juga hal nya dengan
kualitas pendidikan, tenaga pengajar dan kesejahteraan merupakan tanggungjawab
semua pihak. (suan/tfk)