0 menit baca 0 %

Kasi Pakis Kemenag Rohil : Al-Quran akan menjadi penerang kegelapan barzakh dan pemberi syafaat di alam akhirat

Ringkasan: Rokan Hilir (Inmas) Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (Pakis) Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Rokan Hilir H. Suhaimi, S.Ag mengahadiri Acara Khataman Kubro Santri Tahfidh 30 Juz ke IV dan pengukuhan alumni angkatan XX Pondok Pesantren Al-Majidiyah Bagan Batu Kecamatan Ba...

Rokan Hilir (Inmas) – Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (Pakis) Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Rokan Hilir H. Suhaimi, S.Ag mengahadiri Acara Khataman Kubro Santri Tahfidh 30 Juz ke IV dan pengukuhan alumni angkatan XX Pondok Pesantren Al-Majidiyah Bagan Batu Kecamatan Bagan Sinembah pada Senin (30/4/2018).

Acara yang dihadiri lebih dari 200 jamaah tersebut digelar di Aula Pondok Pesantren. Hadir juga Aparat Kecamatan Bagan Sinembah, Aparat Polsek, Aparat Desa dan Dusun, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat, wali saantri serta masyarakat muslim yang berdomisili disekitar Pontren.

Pada kesempatan tersebut, Kasi Pakis Kemenag Rohil dalam sambutannya mengatakan bahwa, dirinya sangat mengapresiasikan kegiatan Khataman Alquran yang selalu dilaksanakan setiap tahun.  Dari sisi mutu / kualitas bacaan standar kaidah ilmu tajwid seperti fashohah, Makhrijul Huruf, Tebal Tipis maupun Mad (Panjang dan Pendek) nyaris sempurna. Bahkan nilai bacaan sangat memuaskan dan hampir mendekati 

Beliau juga mengingatkan kepada para santriwan dan santriwati untuk terus meningkatkan semangat belajar Al-quran hingga pemahaman isi makna kandungan Al-quran, mengajarkanya dan mengamalkanya dalam kehidupan sehari-hari.

“Atas nama Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hilir kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada H. Akib selaku muassis Pontren Al-Majidiyah beserta asatidz lainya yang telah dapat mewujudkan mimpi dan cita-cita Santri dan Wali Santri mengadakan khataman Al-quran 30 Juz, yang merupakan kerangka dan landasan menjadi anak shalih dan shalihah yang berkarakter”, ungkap H. Suhaimi.

Dalam waktu yang sama, Bapak 3 orang anak ini mohon izin waktunya kepada hadirin sambutannya diisi dengan taushiyah tentang Alquran.

Dikatakannya kepada para santri, Anda khatam Al Qur'an itu belum ada apa-apanya, jangan merasa bangga dulu,. Karena didalamnya ada konsekiensi yang harus dihadapi. “Hindari khatam Al Qur'an ini untuk tujuan pamer, riya', Al Qur'an bisa melaknati Anda sekalian,” H. Suhaimi mengingatkan.

Usahakan mengamalkan firman Allah Ta'ala, selalu menjaga Akhlak sebagaimana yang telah diajarkan Al Qur'an. Pelajarilah Al Qur'an penuh dengan rajin dan tekun supaya mengetahui kandungan di dalamnya. Jika sudah tahu, wajib mengamalkan isinya, sehingga Al qur'an tidak melaknati Anda sekalian. Apabila tidak diamalkan akan mendapat siksa Allah Ta'ala.

Barang siapa pernah mengaji Al Qur'an, setelah khatam lalu dibiarkan begitu saja. Mushafnya digantungkan dalam lemari, tidak pernah dibaca kembali, maka Al Qur'an akan datang pada hari kiamat dengan keadaan menggantung pada orang tersebut seraya berkata kepada Allah "Ya Tuhan, sesungguhnya hambaMu ini telah mencampakkanku. Maka berilah keputusan antara aku dan dia “siapa sebenarnya yang benar dan siapa yang salah...?,” katanya.

Sebaliknya lanjut H. Suhaimi, “jika kita benar-benar menjaganya, mengamlakan isinya maka di alam barzakh Alquran akan menjadi penerang kegelapan  kubur dan pemberi syafaat di alam akhirat,” pungkasnya. (Nsh)