Riau (Inmas) – Kabid Pendidikan Madrasah melalui Kasi Kurikulum dan
Evaluasi, Rahmad Suhadi S HI, M Pd. I didampingi Pengembang Kurikulum Muktar Asfari
S Pd I, M Pd I melalukan peninjauan hari pertama pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) di MAN 1 dan MA Hasanah Pekanbaru, Jumat (8/3/2019).
Meski untuk Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN) dan Ujian Nasional (UN) Tahun 2018/2019 akan dilaksanakan 100 ?rbasis Komputer (BK), namun untuk pelaksanaan USBN ternyata masih ada beberapa sekolah yang masih menerapkan USBN Kertas Pensil.
“USBN tahun
pelajaran 2018/2019 di Provinsi Riau sebagian besar sudah melaksanakan USBN
secara BK, sebagian kecil masih menggunakan KP. Namun untuk masing- masing
Kabupaten/ Kota telah ditetapkan minimal 1 pilot projeck untuk USBN BK seperti
Siak, Meranti, Kampar dan Rokan Hulu, selebihnya, hampir 100% sudah USBN-BK,”
jelas Rahmad Suhadi usai meninjau USBN di MAN 1 dan MA Hasanah Pekanbaru.
Di MAN 1 Pekanbaru
pelaksanaan USBN diikuti oleh 359 siswa dengan sistem 100 % BK, terbagi dalam 11
lokal terdiri dari 110 siswa di ruang CBT, dan 219 siswa menggunakan laptop dan
android dengan studi IPA, IPS, Agama dan Bahasa.
“MAN 1 Pekanbaru untuk pertama kalinya melaksanakan USBN BK, dengan menggunakan CBT, Laptop dan Android. Alhamdulillah hari pertama berjalan lancar dan semoga lancar hingga akhirnya. di MAN 1 terdapat 1 Helpdesk dan 7 Proktor,” jelas Waka Kurikulum MAN 1 Pekanbaru, Irwan Efendi M Pd I pada tim monev Kanwil Kemenag Riau.
Peserta USBN BK MAN
1 Pekanbaru, Irfan Fuadi peserta ujian dengan menggunakan android mengungkapkan
kepraktisan dari fasilitas ujian dengan aplikasi android. “Lebih nyaman dan
fokus, bahkan lebih mudah karena tanpa harus melingkar terlalu lama karena
tinggal klik, termasuk jika ada soal yang belum kita isi, kita masih bisa
kembali dengan mudah,” jelas Irfan usai mengikuti ujian hari pertama USBN BK
MAN 1 Pekanbaru.
Sementara itu,
hasil monev ke MA Hasanah, sebanyak 32 siswa kelas XII Jurusan IPA dan IPS
masih menjalani USBN KP. “Rencananya kita USBN BK, tetapi karena ada
permasalahan teknis belum dapat kita laksanakan. Untuk UAM dan UN kita 100% BK,”
jelas M Yasin Kapala MA Hasanah Pekanbaru. (mus/faj)