0 menit baca 0 %

Kasi Kurikulum dan Evaluasi Kanwil Kemenag Riau Monitoring UN ke Kota Dumai

Ringkasan: Dumai (Inmas) – Kasi Kurikulum dan Evaluasi Bidang Penmad Kanwil Kemenag Provinsi Riau Drs.H.Kamaruddin melakukan Monitoring UN ke MA Nurul Islam Kecamatan Sungai Sembilan Kota Dumai, didampingi Staf Pengolah Data Kelembagaan Bidang Penmad Kanwil Kemenag Riau Devi Sulhendri, selasa (05/04).

Dumai (Inmas) – Kasi Kurikulum dan Evaluasi Bidang Penmad Kanwil Kemenag Provinsi Riau Drs.H.Kamaruddin melakukan Monitoring UN ke MA Nurul Islam Kecamatan Sungai Sembilan Kota Dumai, didampingi Staf Pengolah Data Kelembagaan Bidang Penmad Kanwil Kemenag Riau Devi Sulhendri, selasa (05/04). Kedatangan Kasi Kurikulum dan Stafnya, disambut langsung Kepala Kantor Kemenag Kota Dumai Drs.H.Darawi,MA, didampingi Kasi Pendis Kemenag Dumai Drs.H.Syafwan, serta beberapa Kepala Madrasah, diantaranya Kepala MAN Dumai Januarizal,M.Pd.I yang juga selaku Ketua KKM MA, Kepala MA Al Huda Drs.Sofyan, dan Kepala MIN Lubukgaung Mohd.Alwi,S.Pd.I, dan para panitia UN yang terdiri dari Kepala MA swasta se-Kota Dumai.

Saat tiba di MA Nurul Islam, Kasi Kurikulum H.Kamaruddin dan Stafnya Devi Sulhendri, Kakan Kemenag Dumai H.Darawi, dan Kasi Pendis H.Syafwan langsung disambut Kepala MA Nurul Islam H.Husin,BA dan guru serta Pengawas Madrasah tingkat MTs/MA Drs.H.Ismail,MA. Selanjutnya, langsung memantau peserta pada tiap kelas yang sedang melaksanakan UN.

Saat diwawancarai, Kasi Kurikulum dan Evaluasi H.Kamaruddin mengatakan bahwa kegiatan monitoring Ujian Nasional ini untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan Ujian Nasional, Alhamdulillah berjalan sukses sesuai dengan yang diharapkan. “Sangat ditekankan pada Ujian Nasional kali ini adalah aspek kejujuran siswa dalam menjalani Ujian Nasional, dalam rangka mensukseskan revolusi mental yang telah dicanangkan oleh Pemerintah,” lanjutnya.

Kemudian beliau mengatakan jumlah peserta UN di Provinsi Riau yaitu 9052 orang, yang terdiri dari 12 Kabupaten/Kota, yang tersebar di 257 lembaga. Dan dengan jumlah ruang 601 buah.

Selanjutnya, ketika ditanya bagaimana UNBK atau CBT untuk Madrasah Aliyah di Provinsi Riau, beliau mengatakan Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau terus mengupayakan penerapan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) atau disebut juga Computer Based Tes (CBT) di madrasah - madrasah yang ada di Provinsi Riau. Namun tahun ini, hal tersebut belum teralisasi karena beberapa masalah teknis.

“InsyaAllah akan kita lakukan pada tahun pelajaran 2016/ 2017 mendatang, karena beberapa madrasah kita sudah siap menerapkan UN-CBT, seperti MAN 1 dan MAN 2 Pekanbaru,” ungkap H.Kamaruddin, usai melakukan monitoring UN di Madrasah Aliyah Nurul Islam Kecamatan Sungai Sembilan Kota Dumai.

Ia menegaskan, UN-CBT sebenarnya sudah siap dilaksanakan oleh MAN 1 dan MAN 2 tahun 2015/ 2016, namun karena kendala teknis hal tersebut belum bisa direalisasikan. “Salah satu kendala barangkali terkait dengan keterlambatan kita memasukkan data, karena semua administrasi sudah kita lengkapi,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI, Kamaruddin Amin, beberapa waktu lalu mengatakan pihaknya masih terus berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dalam mempersiapkan UN-CBT. Program UN berbasis komputer tersebut belum bisa dilaksanakan oleh madrasah diseluruh Indonesia karena masih terkendala masalah infrastruktur.

Dia menjelaskan, Kemenag belum memiliki anggaran untuk melengkapi infrastruktur pendukung UN-CBT tersebut. Sehingga hanya madrasah yang siap saja yang bisa melaksanakan UN-CBT, bagi yang tidak siap tetap dengan cara manual.

“Mudah- mudahan tahun depan infrastruktur penunjang UN-CBT di madrasah dapat dianggarkan, sehingga dua sampai tiga tahun mendatang penunjang UN-CBT seperti komputer dan server dapat dilengkapi secara bertahap,” harap H.Kamaruddin.

Pada Kesempatan itu, Kakan Kemenag H.Darawi juga berharap agar tahun depan UN tingkat SMA/MA pada Madrasah Aliyah yang ada di Kota Dumai dapat menggunakan Computer Based Test (CBT), setidaknya MAN Dumai dapat menggunakan UNBK atau CBT ini, harap H.Darawi.(jaka)