0 menit baca 0 %

Kasi Kemasjidan : Hadirnya Masjid Memberdayakan Umat, Jangan Sampai Salah Fungsi

Ringkasan: Riau (Inmas) - Masjid merupakan tempat ibadah kaum muslimin yang memiliki peran strategis untuk kemajuan peradaban Islam. Dari sekian ribu masjid yang berdiri megah hanya segelintir masjid  yang mampu menjalankan fungsinya secara optimal.Eka menuturkan, masjid tidak akan pernah lepas dari kegiatan...

Riau (Inmas) - Masjid merupakan tempat ibadah kaum muslimin yang memiliki peran strategis untuk kemajuan peradaban Islam. Dari sekian ribu masjid yang berdiri megah hanya segelintir masjid  yang mampu menjalankan fungsinya secara optimal.

Eka menuturkan, masjid tidak akan pernah lepas dari kegiatan yang bersifat idarah (Pengelolaan Administrasi masjid), imarah (memakmurkan masjid) dan ri’ayah (memelihara dan merawat semua aset masjid tanpa terkecuali sarana dan pra sarana). Idarah pada masjid sangat penting sebagai suatu upaya perbaikan masjid dari dalam berupa penguatan eksistensi masjid sebagai pusat keagamaan, sebutnya saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (06/02) sore.

Ia menilai manajemen, pemeliharaan dan pengelolaan masjid perlu terus ditingkatkan. Ia menyayangkan masjid Islamic Center Rohul yang pernah mendapatkan predikat terbaik nasional, malah belakangan menurun dilihat dari segi ri’ayahnya. “Karena tidak dipelihara dan dijaga lagi sekarang, sehingga kita menjadi ragu menyebut Masjid itu yang terbaik secara nasional saat ini”, ungkapnya.

Hal ini tak terlepas dari peran besar dan dukungan Pemkab setempat dan elemen terkait lainnya dalam membantu pemeliharaan dan menjaga masjid yang sudah baik tersebut. Dalam upaya meningkatkan fungsi masjid di tengah masyarakat,  tidak terlepas dari kerjasama semua lini, pembina kemasjidan, pengurus masjid, pemerintah daerah, tokoh agama dan masyarakat, jelasnya.

Tahun 2018 akhir tahun kemarin, Pemerintah melalui Sekretaris Ditjen Bimas Islam Kemenag RI mengucurkan dana bantuan pembangunan dan rehab masjid serta mushala untuk 12 lokasi se-Riau melalui DIPA. “Anggaran ini  berkisar 25 jt untuk mushalla (BOP) hingga 50 Juta per-masjid , kalau kita total rata rata untuk 12 lokasi, totalnya sebesar lebih kurang 500 jt”, sebut Eka. “Ini kita sebarkan ke seluruh Kab/kota se-Riau, memang tidak semua bisa mendapatkan bantuan ini, karena sangat bergantung pengusulan berkas dan proposal yang sesuai prosedur dan layak diterima saja”, terangnya.

Selain itu, yang tak bisa diabaikan menurut Eka Purba, pengurus masjid harus mengetahui masjid adalah sebuah properti yang harus dirawat. Manajemen masjid sangat berperan disini, sebab sebagian besar masjid sampai hari ini masih memiliki marbot yang pendidikannya tidak tinggi. Ia menekankan pola pikir pengurus masjid harus diubah. “Masjid bukan hanya berbicara maddah tapi juga ghairu maddah”, tukasnya.

Dikatakannya, ketika kita menghadirkan masjid hanya melihat dari makna sempit, tanpa tahu bagaimana merawat dan memberdayakan serta menghidupkannya, fungsi masjid ditengah masyarakat tidak akan maksimal. Ia menilai sedikitnya hal yang harus diperhatikan dalam pemberdayaan masjid adalah terkait  renovasi dan pengembangan bangunan masjid, manajemen masjid, kebersihan dan kesehatan, pengaturan ruangan dan perlengkapan, inventarisasi dan lain sebagainya.(vera)