0 menit baca 0 %

Kasi Bimas Islam: Muslim Itu adalah Selamat Orang Lain dari Kejahatan Lidah dan Tangannya

Ringkasan: Kuansing (Inmas), Sudah merupakan rutinitas, setiap pagi Jum'at pegawai di lingkungan Kantor Kementerian Agama kabupaten Kuantan Singingi mengikuti kegiatan pembinaan mental dan rohani pegawai. Pagi ini, Jum'at (19/07/2019) kegiatan tersebut kembali dilaksanakan di Musholla Al-Ikhlas Kemenag Kuansin...

Kuansing (Inmas), Sudah merupakan rutinitas, setiap pagi Jum'at pegawai di lingkungan Kantor Kementerian Agama kabupaten Kuantan Singingi mengikuti kegiatan pembinaan mental dan rohani pegawai. Pagi ini, Jum'at (19/07/2019) kegiatan tersebut kembali dilaksanakan di Musholla Al-Ikhlas Kemenag Kuansing, yang diikuti oleh seluruh pegawai Kemenag Kuansing dan pegawai KUA kecamatan Kuantan Tengah.

Pegawai yang bertugas sebagai pengisi acara diantaranya: moderator Ali Muhammad Afan, S.Ag (Penyuluh Agama KUA kecamatan Kuantan Tengah), pembaca Al-Qur'an Nanda (siswa MDTA yang hari itu kebetulan hadir), dan penceramah H. Bahrul Aswandi, S.Ag., MH. (Kasi Bimas Islam).

Pada kesempatan itu, Kasi Bimas menyampaikan tentang 5 kemaslahatan yang boleh dibela matian-matian. Lima kemaslahatan yang dimaksud adalah: 1) Menjaga agama, 2) Menjaga jiwa, 3) Menjaga keluarga atau keturunan, 4) Menjaga akal, dan 5) Menjaga harta. Semuanya mesti dibela, meskipun terkadang nyawa yang jadi taruhannya.

Kasi Bimas juga agak menyesalkan, kebiasaan masyarakat Kuansing apabila telah memasuki musim pacu jalur. Salah satunya adalah ada sebagian kelompok orang yang terlalu mengagung-agungkan jalurnya pada even tersebut, bahkan tidak jarang hanya karena jalurnya dihina oleh orang lain sampai mengakibatkan keributan yang tidak semestinya harus terjadi.

Selain itu, Kasi Bimas juga menyebutkan salah satu ciri seorang muslim yang baik. Muslim yang baik adalah orang yang selamat orang lain dari kejahatan lidah dan tangannya, orang yang tidak pernah melakukan perbuatan yang dapat merugikan atau menyakiti orang lain.

Kegiatan pada pagi itu berjalan cukup singkat, karena setelahnya akan ada acara pelepasan peserta kontingen dari Kuansing untuk mengikuti kegiatan Porsadin di kota Dumai. (N/R)