Kampar (Inmas) – Kasi Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar Drs H Syafrizal Aziz, membuka secara resmi acara pemilihan keluarga sakinah teladan tingkat Kab. Kampar tahun 2017, hari kamis (06/04) di Aula lantai II Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar.
Dalam arahannya Syafrizal menyampaikan permintaan maaf dan salam dari Bapak Plh Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar Drs H Mahyudin MA, karena seyogianya acara ini dibuka langsung oleh beliau. Namun, karena Bapak Kakan Kemenag Berhalangan, (ada acara lain yang tidak bisa ditinggalkan), beliau mempercayakan kepada saya untuk membuka acara ini, dan menyampaikan salam keapda kita bersama “Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh”.
Pemilihan keluarga sakinah teladan ini kita laksanakan bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan, ketaqwaan, dan akhlakul karimah kepada seluruh keluara dan masyarakat secara terarah berkesinambungan dan terinstitusi. Kemudian mengetahui secara jelas keberhasilan pembangungan keluarga sakinah dan pembangunan moral bangsa Indonesia. Mendorong sosialisasi dan upaya peningkatan gerakan keluaraga sakinah secara Nasional. Dan yang terakhir membangun persepsi masyarakat Kab. Kampar akan arti pentingnya keluarag sakinah, sebagai upaya mewujudkan perbaikan dan pembaharuan di Kab. Kampar, papar Syafrizal.
Sementara itu, ketua Panitia yang dalam hal ini langsung disampaikan Irwan Taufik SAg dalam laporannya menyampaikan, bahwasanya acara ini dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar Nomor : 90 tahun 2017, tentang Panitia, dan tim penguji pemilihan keluarga sakinah teladan dilingkungan Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar.
Acara pemilihan keluarga sakinah teladan ini dilksanakan selama satu hari (full day), dengan jumla peserta sebanyak 40 orang (20 pasang suami/istri), yang menjadi duta dari 20 kecamatan yang ada di Kab. Kampar. Adapun dewan juri atau tim penilai adalah Bapak Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, Kasi Pendidikan Agama Islam dan Bapak Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, tutup Irwan Taufik. (Ags/Usm)