0 menit baca 0 %

Kapusdiklat Kemenkominfo: Humas Harus Kuasai Informasi dan Bermoral

Ringkasan: Jakarta (Inmas) - Berkembangnya data dan informasi di dunia digital mendorong pemerintah untuk mengembangkan kemampuan pelaku humas mengelola data menjadi informasi ke publik. Untuk itu Pusdiklat Balitbang SDM Kemenkomunfo menyelenggarakan Pelatihan Teknis analisis media sosial untuk komunikasi publ...

Jakarta (Inmas) - Berkembangnya data dan informasi di dunia digital mendorong pemerintah untuk mengembangkan kemampuan pelaku humas mengelola data menjadi informasi ke publik. Untuk itu Pusdiklat Balitbang SDM Kemenkomunfo menyelenggarakan Pelatihan Teknis analisis media sosial untuk komunikasi publik (Sentiment Analisys) Angkatan I  pada tanggal 17 s.d 21 Februari 2020.

Kegiatan diikuti 25 peserta dari praktisi humas sejumlah instansi pemerintahan seperti Dinas Kominfo, LAN, DPR RI, Badan Pemberdayaan perempuan, UTS, Dinas Perikanan dan Kelautan termasuk Kemenag. Bertempat di Gedung E lantai III Pusdiklat Balitbang SDM Kementerian Kominfo RI, kegiatan dibuka langsung oleh Kapusdiklat pada pukul 10.25 WIB, Senin (17/02).

Dalam sambutan dan materinya Kapusdiklat Balitbang SDM Kementerian Komunikasi dan Informatika RI Ushuluddin SH MM memaparkan tentang pentingnya mengelola data dan informasi ke publik. 

Melalui pelatihan teknik analisis media sosial untuk komunikasi publik,  praktisi humas di seluruh lembaga pemerintah diharapkan dapat membangun opini publik dengan data yang akurat. 

Ia menilai ASN yang bergerak di kehumasan jurnalis dapat memanfaatkan fakta yang didapatkan dari analisis narasi yang bermunculan di dunia digital.

Penggunaan media sosial saat ini dapat dijadikan masyarakat sebagai sumber untuk memperoleh informasi dan berita. Untuk membuat media sosial lebih dapat tervalidasi dengan baik, membutuhkan sebuah sistem dan strategi untuk memberikan data akurat dan riil ke tengah masyarakat.

Kelemahannya selama ini para pelaku humas kadang kurang menguasai informasi.

“Informasi kalau sudah ditayangkan ke publik boleh dikonsumsi, sudah jadi milik publik, boleh diekspos,” terangnya.

“Artinya sudah tidak bisa kita cekal, diblok, makanya anda sebagai humas harus sesuai data dan fakta biar gak kena.” Tukasnya lagi.

Selain itu yang sangat menggugah, Kapusdiklat berpesan kepada para ASN yang bergerak di bidang kehumasan di lingkungan Kominfo, Kemenag, LAN, Sekjen DPR RI agar dalam bekerja bisa mengikuti sifat-sifat Nabi Muhammad SAW yakni shiddiq, amanah, tabligh, dan fathonah.

 “Jangan jadi orang munafik, humas jangan sampai membela yang tidak benar, Rasulullah dan para sahabatnya yang harus dicontoh”, jelasnya bersemangat.

Begitu pula ASN yang sudah diamanahi sebagai pimpinan. Jangan sekali kali pilih kasih dan suka membedakan bedakan staf, sambungnya.

 “Yang sekelompok dan mendukungnya dilibatkan dan dibela, yang tidak sekelompok dengannya dimatikan”, ungkapnya. “Ini keliru, tidak baik bagi pembangunan karakter ASN.

Ushuluddin mengingatkan para ASN diharapkan bisa meniru sifat-sifat Rasulullah tersebut, seperti disiplin saat bekerja serta tertib ataupun jujur dalam mengelola keuangan.

Selaku Aparatur Sipil Negara (ASN) tentu banyak tugas dan amanah yang harus dikerjakan dalam melayani masyarakat.

Tak hanya berfungsi sebagai abdi negara, ASN juga harus bisa menjadi teladan bagi masyarakat. Untuk itu Kapusdiklat mendorong jajarannya beserta instansi lainnya yang hadir pada kegiatan itu agar terus meningkatkan kualitas dirinya, baik akhlak maupun intelektual.

Hal tersebut selaras dengan salah satu misi pembangunan yang tertuang dalam nilai nilai dasar Pancasila. Untuk itu, di antaranya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang religius.

Ia menilai ASN tidak hanya harus punya hardskill maupun intelektual tapi lebih dari itu untuk membentuk SDM yang cerdas akhlak adalah melalui kegiatan pelatihan yang membangun dan mencerahkan.

Ushuluddin meyakini, Alquran merupakan kitab pedoman bagi umat manusia. Allah akan senantiasa memuliakan dan meninggikan derajat orang-orang yang selalu mempelajari Alquran, baik membaca, menghafal, maupun memahami isi kandungannya. 

Alquran juga sangat memungkinkan bisa membangun kecerdasan akhlak, emosi yang stabil dalam mengambil keputusan, sehingga seseorang bisa arif dan bijaksana dalam berpikir, berucap, dan berbuat.

Lebih lanjut dikatakannya bahwa informasi ada yang negatif dan ada yg positif. Maka penting seorang humas menguasai undang undang kebebasan informasi, undang ITE, peraturan menteri, jadi jelas ada dasar hukumnya. 

Bekerja dan berkolaborasilah dengan satker lain. Tanggap lingkungan dan jaga hubungan interpersonal yang baik, imbuhnya.

Ia menyebutkan firman Allah dalam surat Almaidah Ayat 90 dan Al Araf ayat 96 harus menjadi landasan yang kokoh bagi ASN dalam menjalankan tugas negara maupun ditengah masyarakat.(vera)