Bali (Inmas) Di awal Tahun 2016, Kemenag RI melalui Pinmas menggelar Kegiatan Evaluasi Teknis Pengelolaan Web Portal dan jaringan VPN-IP, dimulai Tanggal 01 s.d 03 Februari 2016. Acara dibuka langsung oleh Kapinmas Kemenag RI Dr Rudi Subiantoro pada senin malam (01/02).
Pada kesempatan itu ketua panitia kegiatan Kabid TIK Ahmad Ghufron menyampaikan dalam laporannya bahwa kegiatan ini diikuti oleh seluruh Provinsi kecuali Papua Barat. Kegiatan nasional perdana di Tahun 2016 ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dalam bidang pelayanan public berbasis TIK. Dilaporkannya bahwa kinerja Kemenag hari makin sangat membaik. Hal itu ditandai dengan tingginya kompetitif masing-masing Kanwil dalam meningkatkan kinerja beberapa tahun terakhir.
Diakhir laporan beliau membacakan lima peringkat teratas untuk Web Portal dimana Kemenag Jabar berada di posisi ke-5 besar, disusul kalteng peringkat 4, Jatim peringkat 3, kemudian peringkat 2 Kemenag Sumsel dan peringkat pertama diraih oleh Kalsel. Sementara itu lima peringkat teratas untuk jaringan VPN-IP, Peringkat pertama diraih oleh Kemenag Bengkulu, disusul Jambi pada posisi kedua, Kemenag Sulut peringkat tiga, Kemenag Daerah Istimewa Aceh posisi ke empat dan Kemenag Sumsel peringkat lima. Selain itu Kemenag RI juga akan memberikan penghargaan “ Achievement Award” kepada dua orang terbaik yang dianggap berdedikasi pada acara penutupan yang insyaallah akan dilaksanakan pada Rabu besok.
Diawal sambutannya Kapinmas Kemenag RI Dr Rudi Subiantoro, memaparkan bahwa pentingnya peran dan dukungan Kakanwil terhadap kemajuan Inmas dalam berkarya dan berinovasi. Menurutnya, terlepas dari benar atau tidak mencuat dan meloncatnya peran humas hari ini, kita tetap perlu memperhatikan sekaligus memperhitungkan masalah optimalisasi anggaran untuk Inmas. “Gimana Humas mau meloncat, kalau dananya kecil, Gimana kita mau bekerja maksimal kalau tidak ada reformasi dalam anggaran”, tandasnya disambut tepuk riuh peserta.
Lebih lanjut sembari mengucapkan permintaan maaf beliau menuturkan bahwa saat ini masih banyak para Kakanwil yang belum sepenuhnya memberi perhatian serius dalam bentuk financial sementara dituntut untuk memberikan hasil terbaik, padahal orang-orang humas bekerja tak kenal waktu, ucapnya. Makanya untuk meningkatkan SDM Inmas, dan person Inmas bisa bekerja secara leluasa, kedepan perlu perhatian dan prioritas khusus masalah anggaran ini, harapnya lagi.
Terkait dengan hal itu, di era digital ini, ICT sudah banyak sekali memberikan ruangan yang cukup besar untuk mengorganisir segala bentuk kegiatan secara inovatif, transparan, akuntabel dan tepat waktu. Menurutnya keberhasilan sebuah kegiatan tidak terlepas dari peran SDM yang berada didalamnya.
Dikatakannya tentu saja Out put dari kegiatan ini diharapkan aparatur yang bergerak dalam bidang ini mampu mengelola teknologi informasi dan komunikasi, dengan cara terus menerus meningkatkan kinerja dan kapasitas secara profesional, sehingga nantinya akan mampu mengelola TIK di satuan kerja masing-masing.
Kemenag saat ini tambahnya, sudah menempatkan TIK sebagai pencipta layanan public menuju Good Governance berbasis TIK. Sejak sepuluh tahun terakhir, lanjutnya Kemenag telah membangun infrastruktur jaringan internet sampai ke daerah Provinsi maupun Kabupaten.Namun yang akan tetap menjadi tantangan besar adalah dengan minimnya alokasi dana yang ada di Inmas, kita tetap harus bekerja dan dapat mengintegrasikan jaringan ke seluruh daerah untuk meminimalisir terjadinya kesenjangan digital dilingkungan Kemenag ini, terangnya.
Mengakhiri sambutannya Rudi mengingatkan kembali agar masing-masing Kakanwil di seluruh Indonesia dapat mendukung sepenuhnya pelaksanaan program pembangunan keagamaan melalui pelayanan public berbasis TIK. Hal ini berguna untuk mewujudkan good governance dan kemandirian dalam pengelolaan sistem yang bersih melayani.(vera)