0 menit baca 0 %

Kanwil Kemenag Riau Selenggarakan Workshop

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas) – Sesuai dengan visi Kementerian Agama RI mewujudkan masyarakat Indonesia yang taat beragama, maju, sejahtera, dan cerdas serta saling menghormati antar sesama pemeluk agama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Pekanbaru (Inmas) – Sesuai dengan visi Kementerian Agama RI mewujudkan masyarakat Indonesia yang taat beragama, maju, sejahtera, dan cerdas serta saling menghormati antar sesama pemeluk agama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kanwil Kemenag Riau melalui Subbag Hukum dan KUB menyelenggarakan Workshop Manajemen Konflik Bagi Unsur Lembaga Keagamaan se- Provinsi Riau di Hotel Zaira Pekanbaru (4/09).

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari 4-6 September ini dibuka langsung oleh Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Riau H Tarmizi Tohor. Dalam arahannya beliau menyampaikan ada hal yang sangat penting kita maknai jika megacu kepada isi yang terkandung dalam alinea ke empat UUD 1945,“Bahwa Pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial”. Artinya jika dikaitkan dengan kegiatan saat ini bahwa kebebasan beragama merupakan hak asasi manusia telah diatur dan dijamin oleh negara dan Undang-Undang. “Dulu modal pembangunan Bangsa ini terfokus pada sumber daya alamnya, lain hal dengan hari ini tidak cukup dengan mengandalkan SDA saja, justru modal pembangunan bangsa itu adalah keamanan dan ketertiban rakyat”, ungkap Tarmizi.

“Konflik dan pertikaian yang marak terjadi di negara ita saat ini, acap kali diawali oleh beberapa faktor diantaranya masalah rumah ibadah dan penyalahgunaan fungsi tempat untuk menjadi rumah ibadah, munculnya paham atau aliran kepercayaan dalam suatu agama, atau paham-paham radikal yang muncul dalam setiap agama”, ungkapnya lagi. Namun bersyukur melalui FKUB Kemenag Kab/Kota, ketua MUI, kasus-kasus yang ada telah didata, dianalisa dan diadakan tindak lanjut oleh para pejabat setempat, imbuhnya.

Menurut Kakanwil Membangun, mempertahankan dan menjaga kerukunan umat inter dan antar umat beragama memang tidak mudah, merupakan PR berat bagi Kementerian Agama, pemuka masyarakat, tokoh agama, Ketua MUI dan lembaga yang sejajar dengannya sejak dulu sampai sekarang. Makanya dirasa perlu para pemuka agama kita untuk duduk sejajar membicarakan bagaimana membangun kebersamaan, keamanan dan ketertiban ditengah-tengah masyarakat, paparnya. Partisipasi nyata FKUB baik di Provinsi ataupun di kab/kota diharapkan dapat mengimplementasikan kebebasan beragama dan dan memelihara kerukunan umat beragama.

Selain itu, sehubungan dengan pilkada yang akan datang, lebih kurang 500 lebih pimpinan daerah akan melakukan pilkada serentak se- Indonesia. “ Riau sendiri lanjutnya, ada enam daerah yang akan mengikuti pilkada serentak, yang mana pilkada serentak ini notabene memiliki kelemahan dan sisi kurang dalam pelaksanaannya, disinilah manajemen konflik menjadi pilar kedamaian”, harapnya. Untuk itu FKUB yang beranggotakan para tokoh lintas agama,ketua MUI, tokoh masyarakat sebagai forum yang strategis sekaligus representatif, sangat berperan penting bagaimana memberikan pemahaman kepada masyarakat sehingga terhindar dari kekacauan, pertikaian dalam pelaksanaanya nanti”, tekannya. Apalagi dalam kondisi bangsa hari ini, pilkada serentak, BBM Naik, Rupiah melemah, bahkan ujian lagi bagi Riau dengan adanya asap pekat dimana-mana, betapa ruginya kita dengan kondisi, anak-anak tidak bisa sekolah karena diliburkan, pesawat tidak bisa diberangkatkan mengingat asap semakin tebal. Sungguh perlu kerjasama semua pihak untuk mengatasi hal yang sangat memprihatinkan ini, tekannya lagi.

Ditambahkannya, pada kesempatan yang sama beliau juga menyampaikan setelah berhasil membangun MAN IC di Siak baru baru ini, bahwa dalam waktu dekat kami Kementerian Agama akan membangun MA Kejuruan Perkebunan yang Insyaallah akan berlokasi di Rohul. “Hal itu dilakukan agar dapat menjadi salah satu basis bagi anak-anak kita untuk mengembangkan ilmu keagamaan dan sains teknologi”,tegasnya.

Sementara itu Ketua Panitia Pelaksana kegiatan dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan Workshop ini terselenggara atas kerjasama antara Hukum dan KUB dengan Forum KUB kab/kota. Yang dihadiri oleh Para Kabid di lingkungan Kemenag Riau, Kepala Kankemenag Kab/kota, Ketua MUI, dan diikuti oleh 40 peserta . Kegiatan ini menghadirkan narasumber Kepala Kejaksaan Tinggi Riau, Ketua MUI Provinsi Riau, Kepala KesbangPol Riau. Semoga kegiatan ini dapat menyamakan visi dan persepsi kita dalam rangka mewujudkan kerukunan umat beragama bangsa ini di tengah-tengah masyarakat, harapnya diakhir laporan.(vera)