0 menit baca 0 %

Kanwil Kemenag Riau Peringati Nuzul Quran dan Buka Bersama

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas) – Keluarga besar Kanwil kementerian Agama Riau menggelar acara buka bersama di Aula Kanwil Kemenag Riau Jl. Jenderal Sudirman Kota Pekanbaru, Kamis (02/07) sore. Acara rutin tahunan ini berlangsung sederhana namun tetap khidmat.

Pekanbaru (Inmas) – Keluarga besar Kanwil kementerian Agama Riau menggelar acara buka bersama di Aula Kanwil Kemenag Riau Jl. Jenderal Sudirman Kota Pekanbaru, Kamis (02/07) sore. Acara rutin tahunan ini berlangsung sederhana namun tetap khidmat. Kegiatan ini menghadirkan Dosen Fakultas Ushuluddin UIN Suska Riau Prof Dr H Syamruddin Nasution Mag sebagai penceramah untuk mengisi tausiyah menjelang berbuka.

Mengangkat tema “Peran Nuzul Quran bagi Kebangkitan Peradaban Islam dan Ilmu Pengetahuan”, dalam tausiyahnya H Syamruddin mengajak kita berfikir dan merenungkan mengapa ayat “Iqra” sebagai wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad Saw dan apa semangat yang terkandung dibalik ayat “ Iqra” tersebut dan bagaimana implementasinya bagi kebangkitan peradaban Islam dan ilmu pengetahuan.

Dikatakannya Bahwa turunnya wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad Saw pada peristiwa Nuzul Quran di Gua Hira’ mengajarkan kepada manusia agar berilmu pengetahuan dan memberikan penilaian yang tinggi bagi pengajaran dan ilmu pengetahuan, sehingga ilmu pengetahuan dan pengajaran menjadi obor atau penerang bagi kebangkitan peradaban Islam dalam memerangi kebodohan yang merajalela dalam masyarakat jahiliah saat itu. Dalam arti Allah Swt menyuruh kita untuk membaca dan menulis agar mendapat pencerahan.

Berkaitan dengan hal itu H Syamruddin menekankan jika negara kita ingin maju sejajar dengan negara lain kita perlu mencari dan mendudukkan seseorang pemimpin sehebat Abdurrahman III seorang aktor pejabat pencinta ilmu pengetahuan yang membawa peradaban Islam bangkit di Cordova Spanyol. Karena kepiawaiannya mampu menstabilkan politik dan memajukan ekonomi bangsa dan mampu menggeliatkan aktifitas intelektual anak bangsa. Lebih dari itu dia berani membelanjakan sepertiga belanja negara untuk kemajuan ilmu pengetahuan sehingga perkembangan ilmu pengetahuan menjadi pesat, terangnya.

“Tetapi persoalannya sekarang dapatkah kita mendudukkan pejabat negara yang memiliki perhatian khusus bagi kemajuan ilmu pengetahuan?”, ujarnya. Disampaikannya di Indonesia sendiri pendidikan masih memprihatinkan, anggarannya hanya 10 persen dari anggaran APBN setiap tahun sehingga perkembangan pendidikan menjadi mandeg dan macet, perhatian negara kita terhadap kemjuan pendidikan masih rendah, imbuhnya.

“Sekarang tingkat pendidikan kita sangat menyedihkan sudah darurat stadium empat, karena rangking pendidikan Nasional kita sudah terjun bebas sampai berada pada posisi terendah di bawah Kamboja”, jelasnya.

Menurutnya hal itu menunjukkan bahwa negeri ini masih sangat kurang dalam memperhatikan perkembangan aktivitas intelektual anak bangsa, meskipun tidak dipungkiri bahwa pemerintah saat ini telah memberikan perhatian yang cukup terhadap hak-hak guru, dosen dan tunjangan kehormatan lainnya dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan. Tetapi mengingat negara kita masih sangat tertinggal dibanding negara lain, masih sangat perlu ditingkatkan lagi perhatian dari para pejabat negara kita khusus bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan kebudayaan kedepan.

Di akhir orasinya beliau menegaskan dan berpesan agar “Moment Nuzul Quran ini menjadi semangat tersendiri bagi negara atau pribadi kita masing-masing untuk benar-benar mengimplementasikan pelajaran dan hikmah yang terkandung dalam wahyu pertama yaitu membaca dan menulis, sehingga kita dapat berhasil sukses dalam kehidupan seperti yang sudah dibuktikan dalam sejarah peradaban Islam”, tandasnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kakanwil Kemenag Riau Drs H Tarmizi Tohor, Kabag TU HM Saman Msi, Para pejabat struktural dan fungsional eselon III dan IV, pengurus DWP Kemenag Riau, Anak yatim, security, Cleaning service serta para pensiunan dan sesepuh di lingkungan Kanwil Kemenag riau. Acara ditutup dengan buka puasa, Sholat maghrib berjamaah dan makan bersama.(vera).