0 menit baca 0 %

Kanwil : KBIH memberikan kontribusi dalam pemahaman ilmu manasik haji

Ringkasan: Riau (Inmas) - Kegiatan Manasik haji ini berupaya untuk memberikan ilmu pengetahuan agar jamaah haji paham dan mengerti tata cara beribadah haji. Sehingga akan menghasilkan haji mabrur dan mabruroh. Demikian disampaikan Drs. H. Ramli Husin dalam Pengantarnya.KBIH Arafah memiliki 3 tempat/cabang, yak...
Riau (Inmas) - Kegiatan Manasik haji ini berupaya untuk memberikan ilmu pengetahuan agar jamaah haji paham dan mengerti tata cara beribadah haji. Sehingga akan menghasilkan haji mabrur dan mabruroh. Demikian disampaikan Drs. H. Ramli Husin dalam Pengantarnya.
KBIH Arafah memiliki 3 tempat/cabang, yakni Cabang di mesjid Al Mukmin Jl. Rambutan, Mesjid As-Syuhada Jl. Fajar dan mesjid Iskandar Muda Air Hitam. Jamaah haji yang di himpun oleh KBIH arafah berjumlah 150 Orang. KBIH Arafah ini akan memberikan bimbingan Manasik haji  kepada Jamaahnya. Narasumber yang akan  mengisi materi Manasik haji ini diantaranya H. Abd. Somad, H. Mawardi Saleh, Dr. Fakhri, Ka. Kanwil Kemenag Riau. Materi tersebut akan membahas bagaimana perjalanan menuju ke Tanah Suci mekah, Syarat dan rukun haji, dengan pertemuan sebanyak 23 Kali Pertemuan. Kepada Jamah calon haji agar mempersiapkan diri dan berdoa agar diberi kesehatan untuk dapat hadir melaksanakan Manasik Haji. Sebagai seorang jamaah haji harus memiliki 3 hal dalam pelaksanaan ibadah haji nya yakni kemampuan,fisik dan ilmu manasik.
KBIH Arafah telah melengkapi sarana dan prasarana untuk jamaah haji, hal ini diupayakan untuk menciptakan jamaah haji yang  mandiri. Untuk tahun 2019 pembimbing KBIH Arafah akan langsung menjadi pembimbing Jamaah haji sampai ke tanah Suci. Demikian disampaikan oleh H. Zamri selaku Pembina pada KBIH Arafah Pekanbaru.
Haji yang mabrur tidak ada balasannya melainkan surga, ini lah yang menjadi sasaran akhir dalam melaksanakan ibadah haji. Haji bukan hanya sekedar urusan uang, tetapi ada rahmat dari Allah SWT. Tidak pandang kondisi untuk bisa menunaikan ibadah haji, baik miskin atau pun kaya. Untuk daerah Riau, Quota jamaah hajinya berjumlah 5063 orang.
Kepada jamaah haji yang akan diberangkatkan pada Tahun 2019, kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Riau mengatakan Pertama,  bersyukur kepada Allah karena bisa berangkat menunaikan ibadah haji setelah menunggu beberapa tahun.

Ibadah Haji ini awalnya merupakan panggilan haji pada masa nabi ibrahim. Panggilan HAJI sudah ada sejak nabi Ibrahim, seruan nabi ibrahim ini  Ada 4 sikap yang dilakukan umat islam,yakni Pertama  dia dengar, dia  sahuti, dia persiapkan, dia berniat, dia daftar dan dia berangkat. Kedua, ada yang ingin menyahuti dan mendaftar ternyata dalam perjalanan ada hal-hal tertentu yang membuatnya tidak bisa menunaikan ibadah haji. Ketiga, mampu dan berada tetapi hatinya tidak tergerak untuk menunaikan ibadah haji. Keempat, ingin berangkat tapi kemampuan keuangan tidak ada.  Oleh karena itu dengan kesempatan yang ada ini perlu disyukuri oleh jamaah haji yang akan berangkat.
Kedua, seorang jamaah haji perlu melakukan kesiapan diri dalam menunaikan ibadah haji seperti mengikuti manasik haji.
Ketiga, dalam hal untuk menjadi jamaah Haji ada dua hal yang harus dilakukan, yakni melakukan manasik haji dan mengambil manfaatnya. Ada nilai yang terkandung didalam manasik haji yang menghasilkan efek dari pelaksanaan nya seperti halnya dalam hal pemakaian pakaian ihram yang menggambarkan tidak ada perbedaan dalam kedudukannya, untuk Sai menggambarkan sikap optimisme, dan lain-lainnya.
KBIH telah memberikan kontribusi yang sangat besar untuk menopang tugas-tugas kementerian agama dalam pemahaman ilmu manasik haji kepada jamaahnya. Kalau pemahaman suadah dilakukan oleh KBIH Kementerian Agama tinggal pemantapan dengan penggabungan dengan Regu dan rombongan. (ana)