0 menit baca 0 %

Kanwil : ada 4 Hal yang harus diperhatikan dalam membenahi Manajemen Rumah Ibadah

Ringkasan: Riau (Inmas) Dalam rangka meningkatkan kualitas Pelayanan terutama Pelayanan Rumah Ibadah kepada Umat Buddha, Bimbingan Masyarakat Buddha selenggarakan Pembinaan Manajemen Rumah Ibadah agama Buddha, bertempat di Hotel Drego- Pekanbaru, pada 20 - 22 Maret 2018. Acara dibuka oleh Kakanwil Kemenag Ria...

Riau (Inmas) Dalam rangka meningkatkan kualitas Pelayanan terutama Pelayanan Rumah Ibadah kepada Umat Buddha, Bimbingan Masyarakat Buddha selenggarakan Pembinaan Manajemen Rumah Ibadah agama Buddha, bertempat di Hotel Drego- Pekanbaru, pada 20 - 22 Maret 2018.

 Acara dibuka oleh Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA didampingi Pembimbing Masyarakat Buddha, Tarjoko S.Pd, MM serta dihadiri oleh 50 peserta yang terdiri dari Ketua dan Pengurus Vihara yang ada di Kab/ Kota se- Provinsi Riau, Selasa (20/3/2018).

Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA dalam sambutannya menyebutkan, Secara prinsip pada umumnya managemennya tidak jauh berbeda dengan managemen pada umumnya hanya saja managemen pada rumah ibadah ada kaitannya dengan Tuhan Yang Maha Kuasa.

“ Ada 4 hal yang perlu kita perhatikan dalam membenahi manajemen Rumah Ibadah” tegasnya.  Pertama “ Planning” harus ada perencanaan yang matang, rumah ibadah idealnya punya perencanaan kedepan apakah dari sisi ibadahnya ataukah dari sisi fisiknya yang dapat menjangkau kebutuhan umat beberapa puluh tahun kedepan.

Kedua “ Organizing”  berfokus pada kepengurusan. Kepengurusannya harus orang yang tepat. Siapa yang tepat menjadi imam, pendeta atau biksunya, siapa yang tepat untuk menjadi pengurusnya.

Ketiga “Actuating” lebih menitik beratkan fungsi. apa saja kegiatannya dan fungsinya yang pertama tempat pelaksanaan ibadah dan tempat pembinaan dan pemberdayaan umat.

Keempat “Controling” mengontrol secara terus menerus/mengevaluasi, perencanaannya seperti apa, keorganisasiannya seperti apa, pelaksanaan kegiatannya seperti apa. himbaunya.

Sementara Itu Pembimbing Masyarakat Buddha,Tarjoko S.Pd, MM mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pelayanan Rumah Ibadah, yang kemungkinan besar pada saat ini masih sekitar 10-20 persen lah rumah ibadah yang ada di Provinsi Riau  yang sudah mampu melaksanakan manajemen dengan baik. Ini merupakan tugas utama Bimbingan Masyarakat Buddha dalam membina manajemen rumah ibadah, karena dengan semakin baiknya manajemen setiap kepengurusan Rumah ibadah maka secara Otomatis pelayanan terhadap umat akan semakin maksimal paparnya.

Vihara bukan hanya sekedar melaksanakan puja bakti tetapi vihara juga dilaksanakan untuk pembinaan Pendidikan, Pembinaan Sosial, Pembinaan yang terkait dengan keagamaan termasuk perkawinan. Apabila ini tidak dikelolah dengan baik maka akan terjadi tumpang tindi, tidak memuaskan terhadap umat.

Membangun vihara merupakan hal yang penting, karna dengan membangun vihara berarti telah menyediakan sarana pembinaan mental dan keyakinan masyarakat tetapi menghalanghalangi Pembangunan vihara juga salah satu hal yang buruk bahwa telah menghalang - halangi perkembangan keyakinan bangsa dan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu membangun vihara wajib  dan juga harus tetap mematuhi Peraturan yang telah diatur Negara sesuai Undang-undang  dan aturan yang berlaku. Paparnya mengakhiri (belen)