Riau (Inmas)- Malang nasib di alami salah seorang pramubhakti Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau bernama Muhammad Syafi'i. Pramubhakti asal Bangkinang ini mengidap penyakit kanker usus sejak Oktober 2018.
Syafi'i anak dari seorang ibu yang sehari - hari sebagai ibu rumah tangga ini mengharapkan uluran tangan siapapun untuk bisa mengobati penyakit kanker usus yang diderita sejak tahun lalu.
Syafii setiap hari menangis kesakitan dibagian perutnya. Ayah dua anak itu hanya menerima asupan makanan dari infus, sementara jika kebanyakan infus perutnya harus menahan rasa sakit akibat penyakit kanker usus yang diderita.
Menurut keterangan Mas Jekki Amri MHS awalnya kanker usus tersebut sudah memprihatinkan. “awalnya tak disangka akan separah ini, dalam dua Minggu ini semakin ngedrop. Kemarin saat waktu maghrib dia sempat pingsan menahan sakit. Lalu saat dibawa ke RS shubuh tadi alhamdulillah sudah siuman sekarang," ujar Mas Jekki melalui telefon selular, Minggu (5/5/2019).
“Ia mengeluh sakit diperut, sempat dibawa ke rumah sakit terdekat di Bangkinang, namun rupanya harus kontrol ke RSUD, makanya diinpus dulu dirumah karena muntah yang berulang ulang, bahkan duduk pun tak sanggup”, urainya.
Syafii yang merupakan warga Perumnas Kubang Raya, sudah lima bulan menderita sakit kanker di usus tersebut. Namun baru diketahui Februari 2019.
Orangtua Syafi'i bersama istrinya, sudah mengupayakan banyak cara agar Syafi’i bisa sembuh. Syafi'i bahkan pernah dirawat di Rumah Sakit Umumnya Daerah Arifin Ahmad Sakit diperut muntah muntah dan makan pun tidak bisa.
Jalan satu-satunya dilakukan pengoperasian pengangkatan kanker pada tanggal 12 Maret 2019. Malang lagi kanker itu tidak bisa diangkat karena sudah menempel di tulang punggung belakang. “Sekarang ini saluran usus tersebut dialihkan melalui jalan bypass tersendiri”, terang Mas Jekki.
Hingga sekarang sudah berjalan selama tiga bulan, ternyata tidak ada perubahan. Rasa sakit dan muntah masih tetap menyiksa Syafi’i. Hingga sekarang penyakit itu menggerogoti kondisi tubuhnya.
Usaha kedua orangtua juga mendapat kesulitan biaya. Sang ayah yang hidup sangat sederhana memiliki biaya terbatas untuk mengobati putranya.
Mas jekki mengatakan, jika kanker usus yang di derita Syafii ini membuat kondisi badannya makin kurus.
Sempat dibawa pulang lagi kerumah usai operasi tiga bulan yang lalu. Karena kondisinya memprihatinkan Syafi'i dibawa kembali ke rumah orang tuanya dikampung.
Berbagai upaya pengobatan sudah dilakukan, baik secara medis maupun pengobatan secara tradisional, namun Syafi’i terpaksa di bawa pulang ke rumah, dan di rawat di rumahnya karena keterbatasan biaya.
Ia sendiri sudah pasrah dengan keadaan penyakit yang di alaminya karena tidak mempunyai biaya lagi, jelas Kasi MTQ pada Bidang Penaiszawa ini.
Plh Kabag Drs Erizon Efendi menyarankan untuk segera ditangani dirumah sakit. “Untuk biaya kita tanggulangi bersama sama, mudah mudahan bisa meringankannya”, ujar Erizon. Ia berharap uluran tangan para dermawan untuk bisa membantu biaya pengobatan pramubhakti yang dikenal baik ini.
“Karena Syafi’i ini dari keluarga yang tidak mampu, kita sebagai keluarga besarnya di kantor, ingin sekali membantu semaksimal nya untuk saudara kita juga”, ungkap Jekki membenarkan.
Sangat kita harapkan adanya bantuan dari para dermawan, baik itu pemerintah maupun para donatur untuk membantu pembiayaan pengobatan Syafi’i. "Saat ini sudah terkumpul dana bantuan dari sejumlah pejabat eselon III dan IV, ASN Kemenag Riau termasuk Kakanwil dalam 1 hari sebanyak 16.800.000", jelasnya.
Kini Syafii dirawat di UGD Rumah Sakit Umum (RSUD) Arifin Ahmad Pekanbaru untuk sementara, dan sudah disiapkan kamar bila perlu tindakan lebih serius lagi.”Harusnya hasil labor keluar hari ini, kita tunggu saja apapun tindakan pihak medis kita akan tunggu”, jelas Jekki yang mendampingi langsung sejak dibawa ke UGD shubuh tadi.
Mas Jekki mengaku tidak tega melihat rekan kerja yang terus menerus menangis karena menahan rasa sakit diperutnya.
Demikianlah terulang terus hingga keluarganya membawa Syafi’i ke Kota Pekanbaru atas anjuran dari Plh Kabag TU Erizon Efendi.
Sebagai informasi saat ini Kasubbag Humas Kemenag Riau Drs H Eka Purba tengah berada di UGD mendampingi Syafi’i”, terang Jekki.
Pihak Kemenag Riau menghimbau kepada masyarakat atau keluarga besar Kemenag atau siapa saja yang terdorong hatinya untuk membantu keluarga Syafii yang membutuhkan perobatan. Bisa dengan mendatangi langsung rumahnya atau dengan cara menyalurkan melalui rekening Mandiri nomor 1080016442403 atas nama Mas Jekki Amri MHS (vera)