0 menit baca 0 %

kankemenag Siak Gelar Rapat Pembentukan Lembaga Pengembangan Hafizh Al-Qur'an

Ringkasan: Siak (Inmas) Jum at, (09/06), Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak melakukan rapat koordinasi pembentukan lembaga penghafal al-Qur an bersama perwakilan masing-masing dari lembaga sekolah, dimulai dari pesantren, rumah tahfizh dan madrasah yang ada di lingkungan Kemeneterian Agama Kabupaten Siak.

Siak (Inmas) – Jum’at, (09/06), Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak melakukan rapat koordinasi pembentukan lembaga penghafal al-Qur’an bersama perwakilan masing-masing dari lembaga sekolah, dimulai dari pesantren, rumah tahfizh dan madrasah yang ada di lingkungan Kemeneterian Agama Kabupaten Siak.

Rapat yang digelar di aula Kankemenag Siak ini merencanakan akan membuat lembaga tempat berkomunikasinya lembaga-lembaga sekolah yang memiliki program mengahafal al-Qur’an. Diharapkan dengan dibentuknya lembaga ini, maka nantinya target Pemerintah Kabupaten Siak untuk melahirkan 1000 hafizh al-Qur’an bisa terealisasi.

Sebagaimana diketahui, baru-baru Pemerintah Kabupaten Siak telah melakukan kerjasama dibidang pendidikan dengan pihak Universitas King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi dengan syarat salah satunya mereka meminta anak-anak Kabupaten Siak yang hafal 30 juz untuk dapat berkuliyah secara beasiswa di sana.  

Kakankemenag Siak, Drs. H. Muharom saat memimpin rakor tersebut mengungkapkan alasan dibentuknya lembaga pengembangan tahfizh ini adalah salah satu upaya yang dilakukan Pemda Siak bersama Kankemenag Siak dalam rangka membina dan menghasilkan generasi muda Siak yang hafizh, berkualitas dan berakhlak mulia.

"Semua pihak yang bertanggung jawab harus terlibat dan turut serta dalam rangka mencetak generasi penghafal al-Qur’an, dan diharapkan dari mereka kelak muncul hafizh-hafizh yang menjadi pemimpin di negeri ini”, kata Muharom.

Sementara itu, Kasi Pendis Kankemenag Siak, Resman Junaidi, S.HI menjelaskan, nantinya, setelah lembaga tahfizh ini dibentuk, selanjutnya akan ditunjuk pengurus yang akan bertanggung jawab dalam mengelola dan melakukan terobosan-terobosan untuk membesarkan lembaga tersebut. “tugas kami dari pemerintah hanya menjadi fasilitator dan pemantau saja, sedangkan yang akan duduk di kepengurusan adalah para ustadz/ah, mudah-mudahan lembaga yang dibentuk nantinya, akan dapat mengangkat izzah Islam dimulai dari menghafalkan al-Qur’an”, ungkapnya.

Adapun yang menjadi salah seorang narasumber dalam rakor tersebut adalah, Ustadz Rasyid Suharto, M.Ed. beliau banyak bercerita tentang bagaimana bekerjasama dengan Universitas yang ada di Arab Saudi, juga memaparkan tentang organisasi Rabithah Alam Islami yang banyak menyediakan beasiswa bagi siswa yang ingin belajar disana. “jika lembaga ini dibentuk, maka kita harus membuat dan menyusun perencanaannya sematang dan sejelas betul, sehingga nantinya, I’tikad baik kita untuk mengirimkan siswa/I kita ke sana dapat terealisasi tanpa kendala apapun, di sinilah nantinya peran lembaga pengembangan hafizh al-Qur’an ini menetukan arah target yang akan kita capai bersama Pemda Siak dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak”, jelas Lulusan Fakultas Tarbiyah Saudi Arabia ini. (Hd)

  

Â