Siak (Inmas) – Sebanyak 98 Orang Guru Madrasah yang terdiri
dari Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah aliyah mengikuti
rapat koordinasi tentang verifikasi tunggakan inpassing. Rapat tersebut
dilaksanakan di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak, Selasa (26/09).
Kehadiran Guru Madrasah yang berjumlah 98 Orang ini atas
undangan dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak melalui Seksi Pendidikan
Islam tentang verifikasi pembayaran tunggakan inpassing dari bulan Juli hingga
Desember 2016. Terjadinya tunggakan inpassing Guru Madrasah pada tahun 2016
tersebut disebabkan oleh keterbatasan Anggaran pada tahun 2016.
Dalam rapat tersebut, Ketua Pokjawas Kantor kementerian Agama
Kabupaten Siak Drs. H. Syaifuddin yang mewakili Kakankemenag Siak menjelaskan
kepada seluruh Guru yang hadir tentang poin-poin yang menjadi syarat untuk
pembayaran tunggakan inpassing tersebut. Dikuatkan lagi dengan penjelasan Dian
Pauza, S.Sos selaku pengelola Administrasi Inpassing Guru Madrasah di Bagian
Pendidikan Islam Kankemenag Siak.
Ia menjelaskan bahwa pada tahun 2017 ini, tunggakan Inpassing
Guru Madrasah tersebut akan dibayarkan melalui DIPA Kanwil Kemenag Riau. Namun
pembayaran tersebut harus sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang
berlaku. Diantaranya adalah Guru harus menyiapkan surat keterangan beban kerja
dari kantor Kementerian Agama kabupaten Siak, Surat keterangan melaksanakan
tugas dari Kepala Madrasah bersangkutan yang diketahui oleh Pengawas dana
begitu juga dengan persyaratan lainnya yang berkenaan dengan ususlan pencairan.
Diakhir rapat tersebut H. Syaifuddin menekankan kepada
seluruh Guru peserta rapat agar bisa menjadi teladan bagi guru non PNS lainnya,
serta mampu menjadi motor dalam meningkatkan kwalitas pembelajaran sehingga output
Madrasah benar-benar berkualitas dan bermutu. Karena program inpassing ini
dikeluarkan pemerintah dalam rangka meningkatkan etos kerja Guru dam mendidik
Siswa, sehingga tunjangan yang dialokasikan berbanding lurus dengan peningkatan
prestasi siswa Madrasah, begitu juga dengan peningkatan kedisiplinan guru.
“Ungkap Syaifuddin”. (Awl)