Rokan Hilir (inmas) – Usai pembukaan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) MTs se KKM I, MTs Negeri 1 Rokan Hilir menggelar acara pembinaan madrasah adiwiyata oleh tim adiwiyata Kabupaten Rokan Hilir, Jumat (20/4/2018) di Ujung Tanjung Kecamatan Tanah Putih.
Hadir pada acara tersebut Kasi Penmad Kemenag Rohil Drs. H. Naini, M.Pd.I, Kepala MTs N 1 Rohil Hasbullah, S.Ag, Komite madrasah, Kepala MTs se KKM I, majelis guru dan para siswa. Sementara narasumber yang menyampaikan materi adiwiyata dari tim adiwiyata Kabupaten Rokan Hilir adalah Alkahfi Sutikno, S.Pd.I.
Sembari membuka acara Kasi Penmad Kemenag Rohil menyampaikan sambutan. Beliau menjelaskan bahwa saalah satu upaya untuk mendukung sekolah/madrasah adiwiyata adalah perlunya pembinaan kepada madrasah-madrasah yang akan mengikuti penilaian sekolah adiwiyata.
H. Naini melanjutkan bahwa madrasah dilingkungan Kemenag Rohil baik yang negeri maupun swasta mulai bergeliat untuk menjalankan perogram sekolah adiwiyata. “terbukti pada tahun 2017 lalu 2 madrasah kita mendapatkan penghargaan adiwiyata tingkat provinsi Riau dari gubernur Riau, yaitu MA. Yahusda dan MTs As-Syakirin,” ungkapnya.
Lebih lanjut H. Naini menginformasikan bahwa tahun ini madrasah di lingkungan Kemenag Rohil yang tahun kemarin mendapat penghargaan madrasah adiwiyata dari Gubernur Riau, tahun 2018 ini MTs. As-Syakirin dan MA. Yahusda mengikuti adiwiyata tingakat nasional, MTs N 1 Fillial Bagan Sinembah tingkat Provinsi Riau, sedangkan MTs Dzunnuroini Tanah Putih Tanjung Melawan, MAN 1 Rokan Hilir mengikuti sekolah adiwiyata tingkat Kabupaten Rokan Hilir. “sekarang giliran MTs N 1 Rohil menyusul, siap raih penghargaan madrasah adiwiyata,” H. Naini menyemangati.
Sedangkan narasumber tim adiwiyata Kabupaten Rokan Hilir Alkahfi Sutikno menjelaskan bahwa pembinaan dilakukan pada aspek administrasi dan aspek teknis. Pembinaan dilakukan meliputi 4 komponen yakni kebijakan berwawasan lingkungan, Kurikulum berbasis lingkungan, kegiatan lingkungan berbasis partisipatif dan pengelolaan sarana pendukung ramah lingkungan. “Melalui pembinaan ini diharapkan madrasah adiwiyata lebih siap dalam melakukan implementasi dan menghadapi tim evaluasi,” jelasnya.
Lebih lanjut Alkahfi saat bertanya kepada para siswa, “nyaman mana untuk belajar sekolah yang gersang dengan sekolah yang hijau, yang asri, yang teduh..?”, serentak, kompak siswa-siswi menjawab “hijau, asri, teduh”.
“oleh sebab itu rajin rajinlah kalian melakukan penghijaun baik dilingkungan madrasah maupun dilingkungan rumah sendiri,” Alkahfi menimbali jawaban siswa-siswi. (Nsh)